Seorang kru musik berinisial FR dilaporkan menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal (OTK) seusai acara lulo di Kelurahan Kolono, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 02.00 Wita.
Insiden terjadi saat FR bersama rekan-rekannya membereskan peralatan musik setelah acara selesai. Menurut keterangan bos korban, Ade, saat itu FR sedang menggulung kabel dan mengangkat perlengkapan ke dalam mobil.
Ade menyebut situasi awalnya berjalan normal. Namun, FR kemudian dipanggil oleh tiga orang dari seberang jalan. Panggilan tersebut, kata Ade, berujung pada tindakan kekerasan.
“Saat itu anggotaku lagi gulung kabel dan angkat ke mobil, tiba-tiba dia dipanggil sama tiga orang di seberang jalan,” ujar Ade saat dikonfirmasi, Senin (20/4).
Ade mengatakan ketiga orang tersebut diduga dalam kondisi mabuk. Mereka menuduh FR telah mengeroyok salah satu anggota keluarga mereka, meski tuduhan itu disebut tidak jelas.
“Mereka itu lagi kondisi mabuk, terus ini anggotaku dituduh-tuduh mengeroyok keluarga mereka. Tiba-tiba langsung dikeroyok,” kata Ade.
Menurut Ade, FR tidak mengetahui persoalan yang dituduhkan kepadanya dan tidak sempat menghindar. Ia disebut dipukul hingga diinjak-injak dan mengalami luka akibat penganiayaan.
“Dia kasihan tidak tahu apa-apa, langsung dikeroyok. Dia dipukul sampai diinjak-injak,” ungkap Ade.
Ade menjelaskan, saat kejadian dirinya sempat meninggalkan lokasi karena tugasnya sebagai pemain musik telah selesai. Ia kembali setelah mendapat kabar bahwa kru yang bekerja bersamanya menjadi korban pengeroyokan. Ketika tiba di lokasi, para pelaku disebut sudah melarikan diri.
“Saya yang mainkan musik di acara lulo, saya balik duluan. Tapi ternyata dia dikeroyok, saya balik lagi itu pelaku mereka sudah kabur dan kita lapor ke polisi,” jelasnya.
Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian setempat. Pihak korban berharap para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Sudah kami lapor ke polisi, harapannya bisa segera diproses para pelaku ini,” tutup Ade.