Perayaan satu dekade Hammersonic Festival 2026 diwarnai kontroversi yang memicu kekecewaan sebagian penonton. Sejumlah dinamika muncul menjelang pelaksanaan acara, mulai dari pembatalan beberapa band internasional, perubahan susunan penampil, hingga keputusan mengubah format festival menjadi acara privat berbasis undangan.
Perubahan tersebut dinilai sebagian pihak menggeser identitas awal Hammersonic yang selama ini dikenal sebagai ruang terbuka bagi kultur metal. Format baru dianggap lebih eksklusif dan tidak lagi menempatkan festival ini sebagai ajang musik metal murni di kawasan Asia Tenggara, melainkan festival “heavy music” dengan ragam turunan rock dan genre terkait.
Pengamat Musik Ekstrem Indonesia, Dickie, menilai protes yang mendasarkan pada klaim Hammersonic sebagai festival musik metal sudah tidak relevan karena konsepnya disebut telah bergeser. Ia menyatakan Hammersonic tidak lagi mengusung tagline festival metal, sehingga tidak lagi mengklaim diri sebagai festival metal murni.
“Memang Hammersonic masih menggunakan tagline festival metal? Itu sudah tidak ada. Artinya, mereka tidak lagi mengklaim sebagai festival metal murni,” ujarnya melalui akun Instagram pribadinya, Kamis, 23 April 2026.
Dickie juga menilai kritik terhadap line-up yang dianggap tidak lagi didominasi musik metal seharusnya dilihat dalam konteks perubahan konsep. Menurutnya, variasi genre dalam payung “heavy music” menjadi hal yang wajar seiring penyesuaian pasar dan strategi penyelenggara.
Di tengah polemik soal arah festival, Hammersonic 2026 juga menghadapi pembatalan sejumlah musisi internasional yang disebut terkait situasi geopolitik. Kondisi tersebut menambah tekanan bagi penyelenggara sekaligus menempatkan festival ini pada persimpangan antara idealisme komunitas dan realitas industri hiburan global.
CEO Ravel Entertainment, Ravel Junardy, menyampaikan permintaan maaf atas perubahan yang terjadi dan menyebut faktor di luar kendali penyelenggara turut memengaruhi jalannya persiapan. Ia mengatakan penyesuaian dilakukan setelah adanya pembatalan dari beberapa penampil yang sebelumnya dijadwalkan hadir.
“Karena adanya pembatalan dari beberapa line-up yang sebelumnya dijadwalkan tampil. Hammersonic Festival 2026 mengalami penyesuaian line-up terbaru,” kata Ravel dalam keterangan pers yang diterima RRI, Selasa, 13 April 2026.
Untuk menjaga kualitas acara, promotor menghadirkan sejumlah nama baru sebagai langkah mitigasi, di antaranya Dashboard Confessional, ELLEGARDEN, dan Malevolence. Perubahan-perubahan ini membuat Hammersonic 2026 menjadi sorotan, bukan hanya karena konsernya, tetapi juga karena perdebatan mengenai identitas, arah, dan keberlanjutan festival musik keras di tengah perubahan zaman.