BERITA TERKINI
Kontribusi Anggun C. Sasmi di PBB: Dari Duta Kehormatan FAO hingga Kampanye Kesetaraan Gender

Kontribusi Anggun C. Sasmi di PBB: Dari Duta Kehormatan FAO hingga Kampanye Kesetaraan Gender

Kontribusi selebritas dalam diplomasi internasional kerap tidak hadir dalam bentuk keterlibatan langsung pada proses pengambilan kebijakan. Perannya lebih sering terlihat melalui kemampuan menarik perhatian publik terhadap isu tertentu. Dalam konteks ini, penyanyi Indonesia Anggun C. Sasmi disebut sebagai salah satu figur yang aktif menjalankan praktik celebrity diplomacy melalui kerja-kerja advokasi bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Salah satu kontribusi utama Anggun tercatat melalui perannya sebagai Goodwill Ambassador Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO). Pada 2009, FAO menunjuk Anggun sebagai Duta Kehormatan untuk membantu meningkatkan kesadaran publik internasional mengenai kelaparan dan kemiskinan global. Dalam peran tersebut, Anggun tidak hanya menjadi simbol kampanye, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan advokasi yang mendukung agenda pengentasan kelaparan.

Keterlibatan Anggun juga terlihat dalam kampanye global FAO bertajuk 1 Billion Hungry Project. Program ini bertujuan mendorong masyarakat dunia dan pemerintah agar memberi perhatian lebih besar terhadap lebih dari satu miliar penduduk dunia yang mengalami kelaparan kronis.

Dalam kampanye tersebut, Anggun menyumbangkan dukungan publiknya sebagai figur internasional, termasuk membantu menyebarluaskan pesan kampanye kepada masyarakat global melalui akun media sosial pribadinya. Kehadiran Anggun sebagai Duta Kehormatan FAO diposisikan sebagai bagian dari upaya organisasi tersebut untuk memperluas jangkauan kampanye anti-kelaparan hingga ke kelompok masyarakat yang selama ini kurang menaruh perhatian pada isu pembangunan internasional.

Peran ini dinilai penting karena organisasi internasional seperti FAO sering kali menggunakan bahasa teknis dalam kampanye, yang dapat menyulitkan penerimaan pesan oleh masyarakat luas. Dalam situasi demikian, selebritas seperti Anggun dapat bertindak sebagai perantara dengan menyederhanakan isu global menjadi pesan yang lebih mudah dipahami. Melalui perannya, isu kelaparan, kemiskinan, dan pembangunan berkelanjutan diperkenalkan kepada audiens yang lebih luas, sekaligus memperbesar akses publik terhadap informasi agenda global.

Selain melalui kerja-kerja advokasi langsung, Anggun juga memanfaatkan media massa dan platform digital pribadinya untuk menyuarakan kampanye internasional. Sebagai penyanyi dengan basis penggemar lintas negara, ia memiliki akses jaringan komunikasi yang lebih luas dibanding aktor-aktor konvensional. Dalam kampanye yang berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) maupun program anti-kelaparan FAO, ketenarannya digunakan untuk menyebarluaskan informasi dan mengajak masyarakat terlibat dalam gerakan global, sejalan dengan perkembangan diplomasi kontemporer yang semakin bergantung pada media digital dan peran figur publik.

Di luar isu kelaparan dan pembangunan berkelanjutan, Anggun juga menunjukkan komitmen pada agenda pemberdayaan perempuan. Sebagai penyanyi perempuan Indonesia yang membangun karier internasional, ia kerap dipandang sebagai representasi keberhasilan perempuan menembus hambatan sosial dan budaya. Keterlibatannya dalam kampanye kesetaraan gender diposisikan sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan PBB (SDGs).

Salah satu contoh keterlibatan itu adalah partisipasi Anggun dalam proyek musik global “One Woman” yang diprakarsai UN Women pada 2013. Lagu tersebut dinyanyikan oleh lebih dari 20 penyanyi perempuan dari berbagai negara dan dirancang sebagai kampanye untuk mendukung hak-hak perempuan serta kesetaraan gender. Dalam proyek itu, Anggun menjadi salah satu perwakilan dari Asia yang menyuarakan pesan solidaritas perempuan di tingkat global, sekaligus menunjukkan bagaimana seni dan budaya dapat digunakan sebagai instrumen untuk mengampanyekan nilai-nilai yang diperjuangkan organisasi internasional.