BERITA TERKINI
Komunitas Kaset 80an Debut di Sleman Lewat Retro Groove 2026, Padukan Nostalgia dan Donasi Kemanusiaan

Komunitas Kaset 80an Debut di Sleman Lewat Retro Groove 2026, Padukan Nostalgia dan Donasi Kemanusiaan

SLEMAN—Daya tarik lagu-lagu era 1980-an kembali terasa di tengah dominasi musik modern. Nuansa nostalgia itu dihadirkan melalui gelaran Retro Groove 2026 bertajuk “Kaset 80an for Humanity” yang berlangsung di Tip Tap Toe Cafe, Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Sleman, Jumat (5/6/2026).

Acara tersebut menjadi debut komunitas Kaset 80an di Yogyakarta sekaligus pembuka rangkaian tur mereka pada tahun ini. Selain menghadirkan pertunjukan musik, panitia juga menggalang donasi untuk yayasan sosial di Yogyakarta sebagai bagian dari misi kemanusiaan yang diusung kegiatan itu.

Founder Kaset 80an, Refida Herastuti, menjelaskan komunitas ini lahir dari kecintaan terhadap karya-karya era 1980-an, mencakup musik, seni, hingga gaya hidup. Sejak berdiri pada 2022, Kaset 80an disebut konsisten menyediakan ruang bagi penggemar nostalgia sekaligus mengenalkan karya-karya legendaris kepada generasi muda.

“Di Jogja, kami ingin menghadirkan kembali kehangatan lagu-lagu yang pernah menjadi bagian hidup banyak orang, sekaligus berbagi lewat kegiatan sosial,” kata Refida.

Pada gelaran kelima ini, sejumlah nama yang identik dengan musik 1980-an turut tampil, antara lain Sandro Tobing, Rita Effendy, dan Emil S. Praja. Perancang busana Ichwan Thoha juga hadir membawa sentuhan fashion khas 80-an.

Penonton diajak menyusuri kenangan melalui deretan lagu populer yang masih akrab di telinga. Konsep interaktif turut mewarnai acara, dengan ruang bagi penonton untuk berbagi cerita tentang kehidupan pada era 1980-an, mulai dari gaya pergaulan hingga tren yang berkembang saat itu.

Nuansa nostalgia semakin kuat lewat parade busana bertema 80-an. Pengunjung yang datang dengan outfit khas era tersebut juga berkesempatan mengikuti pemilihan busana terbaik, sehingga mereka ikut menjadi bagian dari pertunjukan.

Refida menambahkan, Yogyakarta menjadi titik awal Retro Groove Tour 2026 yang akan berlanjut ke Semarang. Melalui rangkaian tur ini, Kaset 80an ingin menjaga eksistensi karya musik Indonesia yang dinilai memiliki nilai artistik tinggi dan relevan lintas generasi.

“Banyak lagu 80-an yang tetap hidup dan dinyanyikan generasi baru. Kami ingin menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini,” ujarnya.

Ia menegaskan kegiatan ini tidak semata mengandalkan nostalgia, melainkan juga menjadi upaya menjaga warisan budaya musik Indonesia agar tetap dicintai generasi mendatang.