Khanduri Jazz 2026 digelar di Ballroom Ayani Hotel Banda Aceh pada Sabtu malam, 1 Mei 2026, dalam rangka perayaan International Jazz Day. Festival ini menarik perhatian publik dengan menghadirkan rangkaian acara yang memadukan pertunjukan musik dan pesan kemanusiaan.
Perhelatan tersebut diselenggarakan Radio Antero bersama Aceh Jazz Community dan Sekolah Musik Moritza. Agenda kegiatan dibagi dalam dua bagian, yakni Khanduri Jazz Solidarity for Humanity dan Khanduri Jazz Signature Concert.
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Muhammad Nasir Syamaun, turut hadir dan menilai Khanduri Jazz memberi dampak positif bagi perkembangan musik sekaligus pariwisata daerah. Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih sering ke depan.
Nasir juga menyampaikan harapannya agar festival ini melahirkan lebih banyak bibit baru di dunia musik. Menurutnya, konsep acara yang terbuka berpotensi menjadi daya tarik wisata, sekaligus ruang pembinaan generasi muda, khususnya dalam musik jazz. Ia menilai sosialisasi yang lebih luas dapat memperbesar dampak kegiatan tersebut.
Founder Khanduri Jazz, Uzair, menjelaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari perayaan global UNESCO yang berlangsung sejak 2011 dan kini digelar di lebih dari 190 negara. Ia menyebut Khanduri Jazz telah diinisiasi di Aceh sejak 2003, sempat vakum, lalu kembali dihidupkan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada penyelenggaraan 2026, Khanduri Jazz mengangkat tema Jazz for Humanity. Uzair mengatakan tema tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada para pekerja kemanusiaan, sekaligus momentum kebangkitan pascabencana ekologis dengan menekankan nilai-nilai kemanusiaan sebagai pesan utama festival.
Sejumlah musisi dari Aceh Jazz Community tampil di panggung utama, di antaranya Moritza Thaher, Afrizal, Yudi Amirul, Akhyar, dan Teuku Mahfud. Musisi lain yang turut tampil ialah Erwinsyah dan Teuku Dedenio, serta musisi tamu Deddy Syukur dan Yudi Kurnia.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan intim bersama penonton. Salah seorang pengunjung, Muddasir, mengaku terkesan dengan penampilan anak-anak di atas panggung dan berharap kegiatan serupa lebih sering diadakan. Pengunjung lain, Rita, menilai festival ini menjadi ruang apresiasi musik sekaligus edukasi masyarakat. Sementara Rifki menyebut suasana penyelenggaraan tahun ini lebih tenang dibanding sebelumnya.
Selain menjadi ruang ekspresi, Khanduri Jazz diharapkan terus berkembang secara berkelanjutan dan diarahkan menjadi agenda tahunan setiap 30 April di Aceh. Dalam catatan perjalanan kegiatan, Khanduri Jazz Tour To Campus pernah digelar pada 2011 sebagai ajang seleksi menuju Java Jazz Festival. Memasuki 2025 dan 2026, festival ini kembali menguat sebagai bagian dari perayaan International Jazz Day.