KARA kembali memperluas kiprahnya di panggung internasional dengan berpartisipasi dalam BaliSpirit Festival 2026. Festival wellness tahunan ini akan digelar di Puri Padi Ubud, Bali, pada 15–20 April 2026, dan kehadiran KARA disebut sebagai bagian dari upaya mendorong penguatan ekosistem wellness tourism Indonesia di mata global.
Memasuki tahun ke-17 penyelenggaraan, BaliSpirit Festival berkembang menjadi salah satu festival wellness terkemuka di Asia Tenggara. Ajang ini menghadirkan ribuan peserta dari berbagai negara dengan rangkaian aktivitas yoga, tari, dan musik, yang tidak hanya menitikberatkan pada kesehatan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual.
Festival ini mengusung konsep yang berakar pada filosofi Tri Hita Karana, yakni harmoni antara manusia, sesama, dan alam. Pendekatan tersebut membuat BaliSpirit Festival diposisikan bukan sekadar agenda gaya hidup sehat, melainkan ruang transformasi personal yang berkelanjutan.
Media Sponsorship Manager BaliSpirit Festival, Dimas Yogi Fawzi, menyebut festival ini memiliki peran strategis dalam mempromosikan Bali sebagai destinasi wellness global. “BaliSpirit Festival menjadi ruang kolaborasi berbagai elemen wellness global, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi unggulan untuk wisata kesehatan dan kebugaran. Kami ingin menunjukkan bahwa Bali memiliki kekayaan budaya dan spiritual yang mampu memberikan pengalaman transformasional bagi dunia,” ujarnya.
Dalam ajang tersebut, KARA hadir sebagai mitra hidrasi dengan membawa produk Kara Coco. Air kelapa murni itu diposisikan sebagai pilihan alami bagi peserta festival, terutama untuk membantu pemulihan energi setelah aktivitas intens seperti yoga dan sesi kebugaran.
Kehadiran KARA dinilai selaras dengan semangat festival yang mengedepankan gaya hidup bersih, alami, dan berkelanjutan. Selain menyediakan produk, KARA juga membangun interaksi langsung dengan pengunjung melalui aktivitas di area festival.
Corporate Communication Manager Sambu Group, Dwianto Arif, mengatakan partisipasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesehatan masyarakat. “Kami tidak hanya membagikan kebaikan kelapa melalui Kara Coco, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pengunjung melalui booth di area The Groove Main Stage. Di sana, pengunjung dapat menikmati berbagai produk olahan kelapa terbaik serta mengikuti aktivasi menarik, seperti Wheels of Fortune,” kata Dwianto.
Lebih lanjut, keikutsertaan KARA juga diarahkan untuk memperkuat positioning Indonesia sebagai destinasi wellness tourism yang kompetitif secara global. Kolaborasi antara pelaku industri dan platform internasional seperti BaliSpirit Festival dinilai penting untuk meningkatkan awareness terhadap potensi kesehatan holistik berbasis budaya lokal.
Dwianto menambahkan, KARA memandang wellness sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan yang relevan secara global. “Sebagai produk asli Indonesia yang lahir dari kekayaan alam Nusantara, KARA percaya bahwa wellness bukan hanya tren, melainkan gaya hidup berkelanjutan yang dapat menginspirasi dunia. Melalui ‘Kebaikan Kelapa’, KARA berkomitmen untuk terus mendukung perjalanan wellness tourism Indonesia agar semakin dikenal, dihargai, dan menjadi kebanggaan di panggung internasional,” ujarnya.
Di luar partisipasi festival, KARA juga dikenal sebagai pelopor santan kemasan aseptik di Indonesia, dengan bahan baku yang sebagian besar berasal dari petani lokal. Perusahaan ini turut mengembangkan berbagai program sosial untuk meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sebagai bagian dari rantai nilai industrinya.