Seorang kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi, menyatakan bahwa isu “chaos” yang disebut-sebut akan terjadi pada Juli–Agustus 2026 bukan sekadar prediksi, melainkan agenda. Pernyataan itu ia sampaikan melalui unggahan di akun media sosial X pribadinya pada Sabtu, 4 April 2026.
Dalam unggahannya, Dian Sandi turut menyinggung pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang disebut memprediksi adanya chaos pada Juli–Agustus 2026. Ia juga menyeret nama aktivis senior Muhammad Said Didu yang disebut menyebarkan undangan pertemuan Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) di Solo.
“Pak JK prediksi bahwa Juli-Agustus akan ada chaos. Kemarin mulai ngumpul bbrp orang suarakan ‘Lengserkan Presiden’. Said Didu juga kirim undangan. Chaos itu bukan prediksi tp agenda!” tulis Dian Sandi, dikutip Minggu, 5 April 2026.
Unggahan yang dikaitkan dengan Said Didu turut melampirkan poster kegiatan halalbihalal dan deklarasi GMKR Solo Raya. Kegiatan itu dijadwalkan berlangsung di Gedung Umat Islam Kartopuran, Solo, pada Minggu, 5 April 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Sebelumnya, isu pelengseran presiden juga mencuat melalui video ceramah pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, yang memicu polemik di publik. Dalam video yang beredar, Saiful disebut-sebut mengajak masyarakat untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.
Namun, anggapan tersebut dibantah oleh peneliti sekaligus Manajer SMRC, Saidiman Ahmad. Ia menegaskan video yang beredar merupakan potongan yang tidak utuh dan berpotensi menyesatkan.
“Sebaiknya ditonton keseluruhan ceramah Prof. Saiful Mujani tersebut. Itu sebenarnya pidato politik biasa yang dilakukan oleh seorang akademisi yang kritis pada jalannya pemerintahan,” ujar Saidiman kepada wartawan di Jakarta.

