BERITA TERKINI
Jembrana Sound Session Jadi Ruang Temu Pelaku Ekonomi Kreatif di Bali Barat

Jembrana Sound Session Jadi Ruang Temu Pelaku Ekonomi Kreatif di Bali Barat

Suasana halaman Gedung PLUT KUMKM Jembrana tampak berbeda pada Sabtu, 25 April 2026. Gelaran Jembrana Sound Session menghadirkan perpaduan musik, komedi, seni rupa, hingga aktivitas ekonomi dalam satu ruang yang terbuka bagi publik.

Kegiatan ini mengusung konsep mini showcase yang memadukan pertunjukan seni, lokakarya, dan pasar kreatif. Selain menjadi hiburan, acara tersebut dirancang sebagai ruang temu bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Jembrana yang selama ini berkembang secara terpisah.

Sejumlah musisi lokal tampil bergantian, di antaranya DJ Erick Foe, The Bravas, Birama ft. Deleo, Parama, Mood Brother, Afterteen, Pribumi, hingga Dream of Yesterday. Komunitas Stand Up Indo Jembrana turut mengisi acara dengan materi komedi yang dekat dengan keseharian masyarakat.

Aktivitas seni rupa juga berlangsung di lokasi. Kartel Mural Club mengeksekusi mural secara langsung, berdampingan dengan instalasi karya Reka Art Studio. Pengunjung juga dapat mendatangi stan literasi yang digagas Bali Tersenyum.

Jembrana Sound Session diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana bersama Negara Creative Lab. Pendekatan yang diusung menitikberatkan pada kolaborasi lintas sektor, mulai dari musik, seni rupa, fotografi, hingga kuliner dan fesyen.

Perwakilan Negara Creative Lab, Usada Kusuma, menyebut kegiatan ini menjadi ruang pertemuan berbagai potensi kreatif di Jembrana. Menurutnya, potensi tersebut cukup besar, namun memerlukan wadah agar dapat saling terhubung. “Ini bukan hanya panggung pertunjukan, tetapi ruang kolaborasi. Dengan pertemuan seperti ini, peluang kerja sama antar pelaku kreatif bisa lebih terbuka,” ujarnya.

Beragam kegiatan lain digelar secara paralel, seperti workshop fotografi oleh Komunitas Fotografi Jembrana, coaching clinic dari Jembrana Drum Community, serta e-sport yang melibatkan komunitas setempat. Diskusi kreatif juga menghadirkan musisi Pohon Tua yang berbagi pengalaman di industri musik.

Pelaku UMKM turut ambil bagian melalui stan kuliner dan produk kreatif. Berbagai karya lokal ditampilkan, mulai dari fesyen, kriya, hingga produk daur ulang, yang sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi selama acara berlangsung.

Pemerintah Kabupaten Jembrana menilai sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan daerah. Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyatakan pengembangan ekonomi kreatif menjadi salah satu prioritas, termasuk rencana mewujudkan Jembrana Creative Hub sebagai pusat aktivitas kreatif dan ruang kolaborasi komunitas. Pemerintah juga menyiapkan Jembrana Creative Festival sebagai wadah yang lebih besar.

Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna berharap kegiatan serupa dapat berlanjut dan memberi dampak nyata, terutama bagi generasi muda. “Ruang-ruang kreatif seperti ini penting untuk mendorong inovasi sekaligus membuka peluang ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Kelompok Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Infrastruktur, Wena Wahyudi, menilai Jembrana Sound Session sebagai langkah awal membangun ekosistem ekonomi kreatif di wilayah Bali Barat. Ia menekankan kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan pelaku usaha sebagai kunci agar potensi lokal tidak hanya berkembang, tetapi juga memiliki daya saing.

Meski digelar dalam skala terbatas, kegiatan ini dinilai memberi dampak langsung: UMKM memperoleh ruang promosi, komunitas mendapatkan panggung, dan masyarakat menikmati alternatif hiburan yang produktif. Ke depan, sinergi berbagai pihak disebut akan terus diperkuat, termasuk melalui pembentukan Komite Inovasi dan Ekonomi Kreatif sebagai penggerak kolaborasi lintas sektor.