PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality) bersama PT Jaya Bumi Kencana memulai pembangunan Oakwood Sanur Bali di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur. Proyek ini ditandai dengan seremoni groundbreaking dan disebut sebagai bagian dari penguatan KEK Sanur sebagai destinasi health and wellness kelas dunia.
Oakwood Sanur Bali dikembangkan untuk menghadirkan hunian jangka panjang (longstay) dan serviced residence berstandar internasional di kawasan The Sanur. Proyek ini dibangun di atas lahan sekitar 8.500 meter persegi dan dirancang memiliki 227 unit hunian yang terdiri dari serviced apartment dan residence.
Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour, Christine Hutabarat, menyatakan pembangunan ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem health and wellness terintegrasi di KEK Sanur. Menurutnya, konsep hunian berbasis wellness living diharapkan mendukung integrasi layanan kesehatan dan pariwisata dalam satu kawasan.
Dalam pengembangannya, Oakwood Sanur Bali menggandeng brand global Oakwood yang berada di bawah naungan The Ascott Limited. Kolaborasi ini ditujukan untuk menghadirkan standar layanan internasional sekaligus pengalaman hunian yang mengedepankan kenyamanan, kesehatan, dan keberlanjutan.
Dari sisi desain, proyek ini mengusung konsep Neovernacular Tropical Harmony yang memadukan arsitektur tropis modern dengan nilai lokal Bali. Sejumlah fasilitas direncanakan tersedia, antara lain area multifungsi, rooftop, restoran, pusat kebugaran, serta fasilitas wellness untuk menunjang gaya hidup sehat.
Direktur Utama PT Jaya Bumi Kencana, Alex Widjaja, menilai kebutuhan hunian berbasis wellness terus meningkat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat. Ia menyampaikan optimisme bahwa proyek ini dapat menjadi salah satu referensi hunian berbasis kesehatan di kawasan Asia.
Sementara itu, Country General Manager The Ascott Limited Indonesia, Philip Barnes, mengatakan Oakwood Sanur Bali akan membawa konsep “home and beyond” dengan layanan berstandar global yang mendukung kenyamanan dan produktivitas penghuni.
Proyek ini ditargetkan rampung pada 2028 dan menjadi bagian dari penguatan ekosistem The Sanur yang terintegrasi dengan fasilitas kesehatan dan pariwisata. Kehadirannya diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi kebutuhan masyarakat Indonesia untuk berobat ke luar negeri, seiring upaya memposisikan KEK Sanur sebagai destinasi unggulan global di sektor health tourism.