Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi langkah Tim Penggerak PKK dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumsel yang menggabungkan sejumlah agenda besar dalam satu rangkaian kegiatan. Menurutnya, penggabungan agenda tersebut menjadi contoh efisiensi tanpa mengurangi kualitas maupun makna program.
Pernyataan itu disampaikan Herman Deru saat membuka Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang dirangkaikan dengan Rapat Konsultasi (Rakon) TP PKK serta Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Sumsel Tahun 2026 di Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (1/4/2026).
“Efisiensi bukan berarti menurunkan kualitas kerja. Justru bagaimana kita tetap optimal dengan penggunaan sumber daya yang lebih hemat,” kata Deru.
Ia mendorong agar ke depan lebih banyak kegiatan dapat digabungkan selama tetap efektif dan produktif. Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan efisiensi dari pemerintah pusat.
Dalam kesempatan itu, Deru juga menyoroti kekompakan jajaran PKK dari tingkat pusat hingga desa. Kehadiran ratusan peserta dinilainya menjadi indikator soliditas organisasi dalam mendukung program pemerintah.
Deru menegaskan peran strategis PKK sebagai mitra pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama dalam pemberdayaan keluarga. Karena itu, ia meminta kepala daerah terus memberikan dukungan, baik dari sisi pendanaan maupun kemitraan, agar 10 program pokok PKK dapat berjalan optimal.
Ia juga mengingatkan pentingnya adaptasi terhadap isu-isu terkini, termasuk perlindungan anak dan pengawasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Untuk Dekranasda, Deru menekankan peran organisasi tersebut dalam mempromosikan dan mengembangkan kerajinan daerah. Ia mendorong setiap kabupaten/kota memiliki ruang pamer produk unggulan sebagai upaya menjaga identitas budaya lokal.
“Dekranasda harus menjadi ruang yang tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga nilai dan proses di balik kerajinan tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Deru meminta PKK dan Dekranasda melakukan inventarisasi persoalan di daerah masing-masing sebagai bahan perumusan kebijakan dan program ke depan. Ia juga mengajak organisasi perempuan memperkuat kolaborasi, termasuk mengaktifkan kembali posyandu guna mendukung penurunan stunting. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menyongsong bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru membacakan sambutan Ketua Umum TP PKK yang menekankan pentingnya penguatan 10 program pokok PKK sebagai investasi jangka panjang pembangunan bangsa. Tema HKG PKK ke-54 tahun ini mengusung penguatan peran keluarga dalam mewujudkan Asta Cita Presiden dan Indonesia Emas 2045.
“Penguatan program PKK bukan sekadar rutinitas, tetapi langkah strategis membangun kualitas generasi masa depan,” kata Feby.
Di lokasi yang sama, Ketua Panitia Hj. Lidyawati Cik Ujang menyampaikan Rakon PKK bertujuan menyelaraskan perencanaan program antara provinsi dan kabupaten/kota agar lebih partisipatif dan inovatif.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Forkopimda, kepala daerah se-Sumsel, serta Ketua ICSB Sumsel. Selain rapat koordinasi, acara juga diramaikan pameran kerajinan khas daerah dan peragaan busana anak berbahan kain tradisional Sumatera Selatan.

