BERITA TERKINI
Hari Musik Nasional 2026 di Balikpapan: Kolaborasi Musisi Lokal dan Dorongan Penguatan Ekonomi Kreatif

Hari Musik Nasional 2026 di Balikpapan: Kolaborasi Musisi Lokal dan Dorongan Penguatan Ekonomi Kreatif

Perayaan Hari Musik Nasional 2026 di Kota Balikpapan berlangsung meriah dengan semangat kolaborasi. Kegiatan yang digelar Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kota Balikpapan itu berlangsung di BOS Mal, Minggu (26/4), dan menjadi ruang ekspresi sekaligus upaya penguatan ekosistem musik lokal.

Mengusung tema “Musik Membangun Jiwa Bangsa”, peringatan tahun ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menegaskan peran musik dalam pembangunan karakter serta sebagai penggerak ekonomi kreatif di daerah.

Sejumlah musisi lokal lintas generasi tampil membawakan karya terbaik mereka. Penampilan tersebut mencerminkan keberagaman genre dan warna musik yang berkembang di Balikpapan.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menilai musik memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu pilar ekonomi kreatif. Menurutnya, Balikpapan memiliki sumber daya talenta yang kuat dan perlu didukung melalui kebijakan yang berkelanjutan.

“Musik bukan sekadar hiburan. Ia adalah medium ekspresi, edukasi, sekaligus penggerak ekonomi. Karena itu, kami terus mendorong hadirnya ruang-ruang kreatif yang memberi kesempatan bagi musisi lokal untuk tumbuh dan berdaya saing,” ujar Ratih.

Ratih menambahkan, dukungan pemerintah tidak hanya berhenti pada penyelenggaraan acara, tetapi juga mencakup pembinaan komunitas, penguatan jejaring industri, serta pemanfaatan platform digital untuk memperluas promosi karya musisi daerah.

Hari Musik Nasional memiliki makna historis karena bertepatan dengan hari kelahiran Wage Rudolf Soepratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Momentum ini menjadi pengingat bahwa musik memiliki kekuatan dalam membangun identitas bangsa dan mempererat persatuan.

Antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan musik telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Selain sebagai hiburan, musik juga menjadi ruang pertemuan berbagai latar belakang budaya yang hidup di Balikpapan.

Ke depan, Pemerintah Kota Balikpapan berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin yang tidak hanya menghidupkan ruang kreatif, tetapi juga mampu menarik wisatawan. Dengan demikian, sektor musik diharapkan berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Balikpapan ingin dikenal bukan hanya sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara, tetapi juga sebagai kota kreatif yang melahirkan karya musik berkualitas,” kata Ratih.