Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul terpilih sebagai Ketua Panitia Muktamar NU 2026. Ia mengatakan persiapan Muktamar NU kini memasuki fase krusial, terutama terkait penentuan waktu pelaksanaan yang diproyeksikan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026.
Gus Ipul menjelaskan, langkah awal panitia adalah melengkapi susunan kepanitiaan serta menyusun materi-materi strategis yang akan dibahas dalam forum tertinggi organisasi tersebut. Rangkaian agenda besar menuju muktamar juga akan diawali dengan pelaksanaan Konferensi Besar (Konbes) dan Musyawarah Nasional (Munas) pada April 2026.
“Kita melengkapi kepanitiaan dulu. Setelah itu juga membuat materi, diawali dengan Konferensi Besar dan Musyawarah alim ulama dulu. Insya Allah di bulan April ya,” ujar Gus Ipul kepada wartawan di sela kunjungan kerja di Kabupaten Malang, Senin (30/3/2026).
Terkait lokasi penyelenggaraan Muktamar NU 2026, Gus Ipul menyebut panitia telah menerima banyak usulan dari berbagai daerah. Namun hingga kini, keputusan mengenai tempat pelaksanaan belum ditetapkan dan akan diputuskan melalui rapat resmi organisasi.
“Masih banyak usulan, usulannya banyak tapi belum diputuskan. Banyak yang usul di berbagai tempat, tetapi belum dibahas dalam rapat. Nanti akan diputuskan melalui rapat,” kata Gus Ipul.
Sementara itu, mengenai bursa calon pemimpin PBNU ke depan, Gus Ipul menegaskan mekanisme penjaringan akan berjalan secara demokratis dalam forum muktamar. Ia menyatakan setiap kader memiliki peluang untuk maju selama memperoleh dukungan dari para pemilik suara atau muktamirin.
“Semuanya boleh lah, semua boleh mencalonkan selama didukung oleh muktamirin, kan gitu,” ujarnya.

