Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan menggelar Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SMA/SMK dan sederajat tahun 2026 di SMKN 74 Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kegiatan ini berlangsung pada 18 dan 20 Mei 2026.
FLS3N disebut sebagai upaya menumbuhkan karakter bangsa melalui kreativitas serta apresiasi seni dan budaya. Ajang ini juga menjadi ruang kompetisi bagi siswa untuk menampilkan bakat dan karya dari berbagai sekolah di wilayah Jakarta Selatan I.
Dalam pelaksanaannya, terdapat 16 cabang yang dilombakan, yakni baca puisi, cipta lagu, cipta puisi, desain poster, fotografi, instrumen solo gitar, menyanyi solo putra, menyanyi solo putri, jurnalistik, kriya, komik digital, menulis cerita pendek, monolog, tari kreasi, film pendek, dan kreativitas musik tradisional.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan I, Santoso, mengatakan FLS3N menjadi sarana kreativitas yang diikuti ratusan siswa SMA/SMK sekaligus ajang kompetisi yang dinilai positif. Menurut dia, kegiatan ini memberi ruang bagi siswa untuk berkreasi dan menunjukkan bakatnya, sekaligus menjadi fondasi penting untuk membangun cara berpikir dan perkembangan siswa yang lebih berkualitas. Pernyataan itu disampaikan saat kegiatan berlangsung, didampingi penanggung jawab lomba cerpen Casikin Icuk Yunadi dan koordinator lomba Lita Sulistyorini.
Untuk cabang menulis cerita pendek, tercatat 38 siswa SMA/SMK mengikuti seleksi. Dari jumlah tersebut dipilih 12 peserta dengan skor tertinggi untuk masuk babak final tingkat Jakarta Selatan I. Penilaian final digelar untuk menentukan tiga besar yang akan mewakili wilayah tersebut ke tingkat Kotamadya Jakarta Selatan.
Dewan juri lomba menulis cerpen terdiri dari Syarifudin Yunus (Dosen PBSI Universitas Indraprasta PGRI), Tedi Subangun (guru), dan Sarah Assofiyah (praktisi). Pengumuman pemenang direncanakan dilakukan pada siang hari.
Penyelenggara menilai FLS3N dapat menjadi wadah ekspresi, bakat, dan kreativitas seni budaya siswa. Dengan adanya ruang untuk menyampaikan ide, siswa diharapkan lebih percaya diri, berani mencoba, tidak takut salah, serta lebih mandiri dalam belajar.
Selain itu, kreativitas yang diasah melalui kompetisi disebut dapat mendorong kemampuan memecahkan masalah dan mengarahkan siswa untuk lebih fokus pada solusi. Di tengah dinamika zaman dan perkembangan teknologi yang cepat, kemampuan berinovasi dipandang penting agar siswa lebih siap beradaptasi dan membentuk karakter yang lebih maju.