Festival Lomba Seni & Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SMA/MA/SMK tingkat Kabupaten Maros digelar pada Selasa–Rabu, 17–18 Juni 2025. Kegiatan berlangsung di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Maros dengan mengusung tema “Ekspresi Seni Inspiraasi Negeri”.
Panitia menyebutkan, FLS3N tahun ini diikuti 12 sekolah. Sejumlah cabang lomba yang dipertandingkan meliputi baca puisi, cipta puisi, monolog, instrumen solo gitar, desain poster, komik digital, film pendek, cerpen, fotografi, tari kreasi, jurnalistik, nyanyi solo putri, nyanyi solo putra, serta cipta lagu.
SMA PGRI Bantimurung turut ambil bagian pada cabang nyanyi solo putri, nyanyi solo putra, dan jurnalistik. Namun, panitia melaporkan peserta dari sekolah tersebut datang terlambat karena alasan tertentu. Panitia juga mengingatkan bahwa ajang ini diselenggarakan setiap tahun, umumnya pada rentang Mei hingga Oktober.
Pembukaan FLS3N dilakukan oleh Cabang Dinas (Kacabdin) Wilayah 1 yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha dan Kasi SMA, bersama Kepala Bagian Kebudayaan yang mewakili Bupati Maros. Acara pembukaan dipandu protokol dari SMA 1 Maros, dengan iringan musik dari SMA 4 Maros.
Dalam sambutannya, perwakilan MKKS SMA, SMK, dan SLB, H. Muhammad Amin, M.Pd, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Maros dan Kepala Perpustakaan Daerah atas dukungan sarana dan prasarana. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena Ketua MKKS tidak dapat hadir karena kondisi kesehatan. Ia menegaskan seluruh siswa yang hadir dan telah mendaftar berstatus sebagai peserta, serta berharap peserta terbaik dapat mewakili Maros ke jenjang yang lebih tinggi. Ia turut mengusulkan agar pada kesempatan berikutnya panitia memberi ruang bagi sekolah lain untuk tampil sebagai pembawa acara, tidak selalu dari sekolah yang sama, serta meminta perhatian dari MGMP Seni Budaya.
Perwakilan Kacabdin Wilayah 1 menyampaikan ucapan selamat kepada peserta dan hadirin, sekaligus permohonan maaf karena Kacabdin berhalangan hadir. Ia mengapresiasi kerja panitia dan mengingatkan peserta untuk menjunjung sportivitas. Peserta diminta tidak berkecil hati jika belum menang dan tidak berlebihan saat meraih kemenangan, melainkan mempersiapkan diri untuk jenjang berikutnya. Ia juga menekankan pentingnya penilaian juri yang jujur serta mendorong sekolah yang belum berpartisipasi agar mengikuti FLS3N pada tahun berikutnya.
Sementara itu, sambutan Bupati Maros yang diwakili Kepala Bagian Kebudayaan memuat ucapan selamat kepada hadirin serta apresiasi terhadap tema kegiatan. Disampaikan pula permohonan maaf karena Bupati tidak dapat hadir karena masih berada di Yogyakarta. Dalam sambutan tersebut, perwakilan bupati menyebut tari kolosal akan tetap digelar di Lapangan Palantikan dengan undangan terbatas pada sekolah terdekat karena pertimbangan biaya, namun sekolah lain yang ingin hadir dengan biaya mandiri akan diapresiasi. Ia juga menyampaikan rencana kegiatan jelajah situs untuk 50 sekolah agar siswa lebih mengenal budaya Maros, serta menyinggung adanya cagar budaya dunia dan temuan lukisan pada 2024 di Leang Kalakuang yang diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisata. Pemerintah daerah, menurutnya, juga akan membuat lomba yang berkaitan dengan seni budaya.
Setelah rangkaian pembukaan, acara diselingi penyampaian informasi dari sponsor. Usai jeda istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan lomba FLS3N sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.

