Pengamat Hukum Tata Negara Feri Amsari menyebut Presiden Prabowo Subianto membohongi publik terkait swasembada pangan. Pernyataan itu disampaikan Feri dalam forum Halal Bihalal bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan”.
Namun, pernyataan tersebut menuai kritik karena dinilai keliru dan berpotensi melemahkan kepercayaan publik. Kritik itu disampaikan pengamat pertanian Prof. Hasil Sembiring yang menilai pernyataan Feri berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan.
Hasil menyatakan pernyataan Feri bukan kritik akademik, melainkan narasi yang menurutnya beririsan dengan kepentingan mafia pangan dan merendahkan capaian bangsa. Ia juga menilai pernyataan itu tidak disertai basis data dan tanpa rujukan ilmiah.
“Ada orang pikirannya kotor, menolak data resmi negara dan lembaga internasional sekaligus, kita bertanya ini akademisi atau justru sedang memainkan agenda tertentu?” ujar Hasil Sembiring.
Dalam konteks produksi, data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 mencatat produksi beras nasional mencapai sekitar 34,69 juta ton, meningkat sekitar 4,07 juta ton dibanding tahun sebelumnya. Produksi padi disebut mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling dengan luas panen 11,32 juta hektare.
Dengan kebutuhan nasional sekitar 30 hingga 31 juta ton, angka tersebut menempatkan Indonesia pada posisi surplus sekitar 3 hingga 4 juta ton beras, berdasarkan data yang dikutip dari BPS.

