BERITA TERKINI
Fenomena Earworm: Saat Melodi Lagu Terus Terngiang Menurut Psikologi

Fenomena Earworm: Saat Melodi Lagu Terus Terngiang Menurut Psikologi

Pernah mengalami momen ketika sedang beraktivitas dan berusaha fokus, tetapi tiba-tiba melodi sebuah lagu terasa terus terngiang di kepala? Kondisi ketika potongan lagu seolah “tersangkut” di benak meski kita tidak sedang mendengarkannya ini kerap dikenal sebagai fenomena earworm.

Dari sudut pandang psikologi, ada beberapa hal yang dapat membuat sebuah lagu lebih mudah menjadi earworm. Salah satunya adalah tingkat familiaritas pendengar terhadap lagu tersebut. Semakin akrab seseorang dengan sebuah lagu, semakin besar peluang melodi itu muncul kembali dalam pikiran.

American Psychological Association menyebutkan, lagu yang sering menjadi earworm umumnya memiliki melodi yang mudah diingat atau catchy, tempo cepat, serta pengulangan tertentu. Karakter ini membuat lagu terasa menempel dan sulit dilepaskan, berbeda dari musik pada umumnya.

Beberapa contoh lagu yang kerap disebut memiliki potensi menjadi earworm antara lain “Kicau Mania” yang banyak digunakan sebagai sound di berbagai platform media sosial, “Bad Romance” dari Lady Gaga, serta bagian intro “Welcome to The Black Parade” oleh My Chemical Romance.

Fenomena earworm juga dikaitkan dengan memori. Mengutip Science Alert, lagu yang terngiang dapat masuk ke struktur kognitif bernama working memory, yaitu jenis memori yang digunakan untuk mengingat dan mengolah informasi dalam waktu singkat. Working memory biasanya berperan saat seseorang melakukan perhitungan dalam kepala atau memproses informasi secara cepat.

Ada penelitian dari Australia yang menjelaskan bahwa working memory dapat bekerja kurang maksimal ketika sebuah lagu sedang “tersangkut” di benak. Karena itu, pada sebagian orang, earworm bisa terasa mengganggu konsentrasi.

Untuk mengatasi earworm, beberapa langkah yang dapat dicoba antara lain mendengarkan lagu yang terngiang sampai selesai, berusaha mengalihkan pikiran dengan lagu lain, atau menciptakan “suara batin” lain untuk melawan lagu tersebut. Salah satu cara yang disebutkan adalah mengunyah permen karet.

Meski lagu dengan melodi dan lirik yang catchy sering terasa menyenangkan untuk didengarkan, efeknya bisa membuat potongan lagu terus berulang dalam pikiran dan berpotensi mengganggu fokus.