BERITA TERKINI
Fadhilah Intan Angkat Kisah Keluarga dan Refleksi Diri dalam Konser “Seraya 2.0” di Surabaya

Fadhilah Intan Angkat Kisah Keluarga dan Refleksi Diri dalam Konser “Seraya 2.0” di Surabaya

Fadhilah Intan tampil dalam konser “Seraya 2.0 – Celebrating New Chapters Through Memories and Melodies” yang digelar di Surabaya pada Minggu, 26 April 2026. Konser ini tidak hanya menjadi pertunjukan musik, tetapi juga ruang personal bagi Fadhilah untuk membagikan cerita tentang perjalanan hidup, hubungan keluarga, serta refleksi diri kepada penonton.

Dalam suasana yang intim, Fadhilah mengusung pendekatan berbeda dengan menghadirkan emosi di balik setiap lagu yang dibawakan. Ia tidak sekadar menyanyi, melainkan mengajak penonton menyelami kisah tentang proses tumbuh, tantangan, dan kenangan yang membentuk dirinya hingga saat ini.

Salah satu momen yang paling menyentuh terjadi ketika Fadhilah tampil bersama adik-adiknya, yakni Shafira Putri, Erina Surviva, Corraina Mutiara, dan Queen Risma. Kebersamaan keluarga di atas panggung menghadirkan suasana hangat yang jarang ditemui dalam konser pada umumnya.

Kehadiran keluarga tersebut disebut menjadi simbol penting dalam perjalanan bermusik Fadhilah. Dukungan orang-orang terdekat ditampilkan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari proses kreatif dan perjalanan hidupnya.

Konser “Seraya 2.0” juga memiliki makna khusus karena berlangsung pada bulan ulang tahun Fadhilah. Momentum itu menjadikan konser ini sebagai ruang refleksi sekaligus perayaan atas perjalanan yang telah ia lalui.

Dalam kesempatan yang sama, Fadhilah turut membawakan lagu terbaru hasil kolaborasi dengan Daniesh Suffian. Lagu tersebut ia hadirkan sebagai representasi fase baru dalam hidupnya, baik secara personal maupun profesional.

“Seraya 2.0 bukan sekadar konser, tapi perayaan perjalanan, kenangan, dan harapan akan babak baru yang lebih luas dalam bermusik. Aku ingin lebih dekat dengan para pendengar dan membagikan kisah di balik setiap melodi yang aku nyanyikan,” ujar Fadhilah.

Melalui konser ini, Fadhilah menegaskan musik sebagai medium untuk berbagi cerita dan membangun kedekatan dengan pendengar. Pendekatan personal yang ia tampilkan menjadi salah satu kekuatan utama “Seraya 2.0”, sekaligus membedakannya dari pertunjukan musik pada umumnya.