BERITA TERKINI
Dua Film Adaptasi Novel Buya Hamka yang Mengangkat Kisah Klasik Penuh Makna

Dua Film Adaptasi Novel Buya Hamka yang Mengangkat Kisah Klasik Penuh Makna

Novel-novel karya Buya Hamka kembali hadir ke layar lebar melalui sejumlah film adaptasi yang menonjolkan kisah klasik dengan pesan kemanusiaan, budaya, dan religius. Buya Hamka dikenal sebagai ulama, sastrawan, dan filsuf Indonesia yang aktif di Muhammadiyah hingga akhir hayatnya, serta telah menerbitkan berbagai novel yang memikat pembaca di Tanah Air.

Berikut dua film adaptasi novel Buya Hamka yang tercatat di situs imdb.com.

1. Di Bawah Lindungan Ka’bah (2011)

Film yang tayang pada 2011 ini bercerita tentang sepasang remaja yang saling mencintai, namun terhalang perbedaan kelas sosial. Hamid dituduh menyentuh Zainab secara tidak pantas hingga berujung pada pengusiran dari desa. Di sisi lain, Zainab dijodohkan dengan putra bangsawan lain, meski perasaan antara Hamid dan Zainab disebut tetap ada. Kisah keduanya digambarkan berlanjut hingga setelah kematian, ketika mereka kembali dipertemukan di surga.

Film ini merupakan adaptasi dari novel Buya Hamka terbitan 1938 dengan judul yang sama. Peran Hamid dimainkan Herjunot Ali, sementara Zainab diperankan Laudya Cynthia Bella.

2. Tenggelamnya Kapal van der Wijck

Film adaptasi berikutnya adalah Tenggelamnya Kapal van der Wijck, yang diangkat dari novel Buya Hamka terbitan 1938 dengan judul serupa. Cerita berfokus pada kisah cinta tiga tokoh: Hayati, Zainuddin, dan Aziz.

Hubungan Hayati dan Zainuddin berujung pada tragedi saat mereka berlayar bersama Kapal Van der Wijck. Zainuddin digambarkan sebagai pria ras campuran yang yatim piatu, sedangkan Hayati merupakan perempuan Minang murni. Film ini juga menampilkan latar adat dan budaya Minangkabau, Bugis, dan Padang, sekaligus menyampaikan kritik terhadap sejumlah adat istiadat yang dinilai tidak sesuai dengan pola pikir yang benar.

Film ini dibintangi Herjunot Ali, Pevita Pearce, dan Reza Rahadian.