BERITA TERKINI
DPRD DKI Prioritaskan Pengelolaan Sampah, Soroti Fasilitas Pemilahan hingga Armada Angkut

DPRD DKI Prioritaskan Pengelolaan Sampah, Soroti Fasilitas Pemilahan hingga Armada Angkut

DPRD DKI Jakarta menempatkan pengelolaan sampah sebagai salah satu agenda strategis pembangunan. Prioritas ini menguat seiring volume sampah Jakarta yang disebut telah mencapai sekitar 9.000 ton per hari, sehingga dibutuhkan strategi untuk mewujudkan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Dewan mendorong penguatan pengelolaan sampah dari hulu, antara lain melalui pemilahan di tingkat rumah tangga, optimalisasi bank sampah, peningkatan fasilitas pengolahan, serta pemanfaatan teknologi modern. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan mendukung target pengurangan sampah di Jakarta.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan, menyatakan pihaknya siap membenahi manajemen pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Pansus disebut memfokuskan perhatian pada empat program prioritas, yakni sarana dan prasarana, regulasi, teknologi, serta pembenahan manajemen armada pengangkut sampah.

Salah satu sorotan Pansus adalah minimnya sarana dan prasarana penunjang pemilahan sampah di tingkat RW. Menurut Judistira, selama ini Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta lebih banyak mengimbau masyarakat tanpa kesiapan fasilitas yang memadai. “Kita tidak bisa menuntut keterlibatan masyarakat, tapi sarana-prasarananya tidak kita siapkan dengan baik,” ujar Judistira.

Dari sisi regulasi, Pansus menekankan pentingnya penegakan hukum secara konsisten terhadap Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 tentang perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah. Judistira menilai perlu ada sanksi tegas bagi sektor-sektor yang tidak mengelola sampah secara mandiri, termasuk di area pasar yang dikelola BUMD Pasar Jaya. “Jadi, sinergi antarinstansi dan BUMD seperti PD Pasar Jaya harus berjalan dalam satu visi yang sama mulai mengelola sampah secara mandiri,” tegasnya.

Pansus juga mengkaji opsi teknologi pengolahan sampah yang dinilai perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik Jakarta. Sejumlah alternatif yang disebut antara lain Waste to Energy atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), Refuse Derived Fuel (RDF), serta pengolahan biologis seperti budidaya maggot dan pengomposan.

Judistira menyatakan, pemilihan teknologi yang tepat diharapkan dapat mendorong ekosistem ekonomi sirkular, sehingga sampah tidak lagi dipandang semata sebagai sumber masalah. “Sampah berubah dari beban menjadi berkah yang bernilai ekonomis,” kata dia.

Selain itu, Pansus menyoroti perlunya pembenahan manajemen armada kendaraan pengangkut sampah. Judistira menyebut banyak armada yang sudah tidak layak beroperasi dan kondisi ini dinilai krusial karena telah memicu banyak keluhan dari masyarakat. “Hal ini krusial karena sudah banyak sekali menerima keluhan-keluhan langsung masyarakat,” pungkasnya.