Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Kabupaten Gunungkidul menilai daerahnya memiliki potensi untuk mengembangkan wisata wellness (kesehatan) hingga sport tourism (olahraga) berbasis alam. Penilaian itu didasarkan pada banyaknya destinasi wisata alam yang dimiliki Gunungkidul.
Sekretaris Disparekrafpora Gunungkidul Eko Nur Cahyo mengatakan potensi alam di Gunungkidul memungkinkan untuk pengembangan wellness tourism. Ia menyebut beberapa destinasi wisata alam di wilayah tersebut sudah mulai membuka paket wisata wellness dan sport tourism, di antaranya di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder serta Wunung Giri Sela Kandha, Wonosari.
Meski demikian, Eko mengakui pengembangan sektor tersebut saat ini belum berjalan optimal. Namun, sejumlah paket sport tourism disebut sudah berjalan, seperti kegiatan Running Baron 10k yang digelar di Pantai Baron.
Selain itu, Eko menilai kawasan Nglanggeran maupun sekitar Goa Pindul juga berpotensi menjadi lokasi penyelenggaraan event sport tourism. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, kata dia, mulai mendorong mitra-mitra wisata untuk membuat kegiatan olahraga di sejumlah destinasi wisata alam sebagai upaya pengembangan sport dan wellness tourism. “Kami sudah mulai untuk melakukan pemetaan untuk pengembangan itu,” ujarnya.
Salah satu destinasi wisata kesehatan berbasis alam yang mulai berjalan berada di kawasan Tahura Bunder. Kepala Tahura Bunder Alex Zubaedi mengatakan wisata alam semakin diminati masyarakat, terutama wisatawan domestik. Ia menilai Tahura Bunder memiliki ekosistem yang lengkap dan unik, mulai dari bentang sungai berbatu karst hingga hutan kayu putih.
Menurut Alex, beragam aktivitas berbasis alam dapat dilakukan di kawasan tersebut, seperti trekking, camping, birdwatching, dan edukasi konservasi. Ia menyebut wisatawan bisa merasakan pengalaman pemulihan atau “healing” di tengah kawasan hutan tropis Gunungkidul. Sejumlah komunitas juga telah menggelar kegiatan wisata alam di Tahura Bunder.
Alex menambahkan, pada akhir Mei Genitri Eco Wellness (PT Genitri Bregas Persada) mengadakan kegiatan wellness tourism di kawasan itu. Pengelola Genitri Eco Wellness, M. Taqiyuddin, mengatakan tujuan menghadirkan destinasi wisata kesehatan alami yang melibatkan berbagai komunitas salah satunya untuk kolaborasi promosi pariwisata.
Taqiyuddin menyebut konsep yang diusung dirancang sebagai ruang bagi masyarakat yang mencari ketenangan sekaligus memulihkan kesehatan fisik dan mental melalui pendekatan alami, dengan mengintegrasikan penyembuhan holistik dan keasrian alam Tahura Bunder. Ia juga mengatakan pengunjung diharapkan tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi pulang dengan kondisi lebih bugar dan pikiran lebih jernih.
Selain aktivitas rekreasi, konsep wellness tourism yang ditawarkan juga mengajak wisatawan lebih peduli pada pelestarian lingkungan melalui kegiatan menanam pohon. Wisatawan juga dapat mengikuti kelas edukasi dari Hijaunesia terkait ketahanan pangan mandiri dan gaya hidup sehat berbasis bahan alami.