Dipha Barus dan Hindia merilis single kolaborasi terbaru berjudul “Nafas”. Lagu ini memadukan karakter produksi elektronik modern khas Dipha Barus dengan lirik reflektif yang identik dengan Baskara Putra, sosok di balik Hindia.
“Nafas” mempertemukan dua pendekatan musikal yang berbeda namun saling melengkapi. Dipha Barus dikenal melalui warna elektroniknya, sementara Hindia lekat dengan penulisan lirik personal yang dekat dengan realitas keseharian.
Ide awal lagu ini disebut berangkat dari komposisi yang dibangun Dipha Barus dengan nuansa repetitif. Pola repetisi tersebut dibuat menyerupai ritme langkah kaki saat berlari, sehingga menghadirkan kesan bergerak terus tanpa henti.
Konsep musikal itu kemudian diterjemahkan Baskara Putra ke dalam lirik yang menggambarkan siklus kehidupan yang terus berulang. Ia menuliskan perjuangan kecil sehari-hari, termasuk hal-hal yang tampak sepele namun dapat terus mengganggu pikiran seseorang.
Lebih jauh, “Nafas” menjadi ruang personal bagi Baskara untuk merefleksikan siklus emosional yang diwariskan antar generasi. Dalam narasinya, pola perilaku dan luka batin kerap berakar dari generasi sebelumnya, dan hanya bisa diputus melalui pengakuan serta penerimaan, bukan dengan menyimpan dendam.
Perspektif tersebut turut berpadu dengan pengalaman Dipha Barus sebagai seorang ayah. Kesadaran tentang bagaimana masa lalu membentuk cara seseorang mencintai, marah, dan bertahan menjadi lapisan emosi yang memperkaya makna lagu.
Saat ini, “Nafas” telah tersedia di berbagai platform streaming musik digital. Lagu ini juga diposisikan sebagai ajakan untuk berhenti sejenak, menarik napas, lalu perlahan memutus siklus yang selama ini terasa sulit dihindari.