Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menilai Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) dapat menjadi wadah untuk melahirkan talenta-talenta muda di bidang seni dan sastra.
Kepala Dindik Kabupaten Banyumas Joko Wiyono mengatakan FLS3N Jenjang SMP Tingkat Kabupaten Banyumas Tahun 2025 digelar selama tiga hari dan mempertandingkan delapan mata lomba. Kegiatan tersebut dibuka di Gedung Gurinda Sarwa Mandala Dindik Kabupaten Banyumas, Purwokerto, Selasa.
Delapan cabang yang dilombakan meliputi kreativitas musik tradisional, menyanyi solo, pantomim, ilustrasi, ansambel campuran, tari kreasi, mendongeng, dan menulis cerita.
Menurut Joko, ajang ini menjadi upaya untuk memberikan ruang aktualisasi bagi siswa, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Ia menyebut para peserta memiliki talenta yang perlu difasilitasi agar dapat berkembang.
FLS3N SMP tingkat kabupaten di Banyumas tahun ini diikuti 142 peserta dan dilaksanakan secara berjenjang. Sebelum tampil di tingkat kabupaten, para siswa terlebih dahulu mengikuti seleksi di tingkat subrayon.
Peserta yang lolos di tingkat kabupaten akan melanjutkan ke ajang serupa di tingkat provinsi, kemudian berpeluang maju ke tingkat nasional. Dindik Banyumas berharap ada perwakilan daerah yang mampu meraih prestasi hingga tingkat nasional.
Joko mengakui, hingga saat ini belum ada pelajar asal Banyumas yang menjadi juara FLS3N tingkat nasional. Ia menyebut prestasi nasional sebelumnya pernah diraih pelajar Banyumas melalui Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).
Terkait target prestasi, Dindik Banyumas menyiapkan sejumlah cabang yang diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional, antara lain menyanyi solo, tari kreasi, dan kreativitas musik tradisional. Untuk kreativitas musik tradisional, Dindik mengusung seni musik khas Banyumas sebagai andalan.
Dalam sambutannya saat pembukaan, Joko juga berharap FLS3N dapat melahirkan talenta pantomim yang menonjol, seperti almarhum Didi Petet dan Septian Dwi Cahyo.

