Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah menggelar program On-the-Job Training (OJT) di Kabupaten Paniai, Rabu, sebagai bagian dari upaya mendukung program prioritas Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley dalam peningkatan layanan kesehatan masyarakat.
Pelatihan ini berfokus pada pencegahan dan penanganan enam penyakit menular utama, yakni HIV/AIDS, tuberkulosis (TB), malaria, kusta, filariasis, dan hepatitis. Kegiatan berlangsung selama dua hari dan diikuti puluhan tenaga kesehatan dari puskesmas di berbagai distrik di Kabupaten Paniai.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Isak Waine, yang mewakili Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah Dr. Agus, mengatakan OJT untuk HIV/AIDS, TB, dan malaria merupakan bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan serta mendukung visi dan misi Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Menurut Waine, pelatihan ini juga ditujukan untuk memperkuat sistem layanan kesehatan di wilayah pegunungan yang menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan akses. “Program OJT ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung visi gubernur untuk mewujudkan Papua Tengah yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya.
Waine menambahkan, penguatan program HIV/AIDS, TB, dan malaria diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan sekaligus memperluas akses layanan kesehatan berkualitas hingga tingkat kampung dan distrik. Ia menekankan keberhasilan program kesehatan masyarakat memerlukan kolaborasi pemerintah provinsi dan kabupaten, tenaga kesehatan, serta masyarakat dalam pencegahan, penemuan kasus, pengobatan, dan pengendalian.
“Ini langkah strategis untuk memastikan tenaga kesehatan di daerah memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai standar nasional,” kata Waine.
Selain itu, OJT untuk program kusta, filariasis, dan hepatitis dilaksanakan di Puskesmas Enarotali dan diikuti pengelola program serta tenaga kesehatan dari sejumlah puskesmas di Paniai. Pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pelaksanaan program, surveilans penyakit, pencatatan dan pelaporan data, serta percepatan eliminasi kusta, filariasis, dan hepatitis.
Dalam sambutannya, Waine menyebut OJT merupakan bagian dari pendampingan teknis dan penguatan kapasitas yang dilakukan Dinas Kesehatan Papua Tengah bagi tenaga kesehatan di tingkat kabupaten. Ia berharap peserta memahami kebijakan program, meningkatkan kualitas pencatatan dan pelaporan, serta memperkuat surveilans dan kegiatan penemuan kasus di wilayah layanan masing-masing.
Waine juga menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan puskesmas untuk mencapai target eliminasi dan pengendalian penyakit di Papua Tengah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai, Beni Degei, menyambut pelatihan tersebut dan menilai kegiatan ini membantu memperkuat kapasitas pengelola program di daerah. “Kami berterima kasih kepada Dinas Kesehatan Papua Tengah atas pembinaan dan pendampingan teknis yang terus dilakukan,” ujarnya.
Menurut Degei, pelatihan memberi pengetahuan dan keterampilan praktis bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan, upaya pengendalian penyakit, serta pelaporan program di Kabupaten Paniai.
Selain sesi kelas, peserta mengikuti diskusi, latihan praktik terkait format pelaporan, analisis kinerja program, serta peninjauan berbagai kendala yang ditemui dalam pelaksanaan program di lapangan. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis tempat kerja ini, peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk memperkuat program kesehatan di wilayah tugas masing-masing.