Sejumlah orang yang semula tidak menyukai K-Pop mengaku mulai memandang berbeda setelah mendengarkan lagu-lagu BTS. Bagi sebagian pendengar, lirik yang dibawakan grup asal Korea Selatan itu terasa menenangkan, terutama saat mereka sedang lelah menjalani hidup.
BTS atau Bangtan Sonyeondan dikenal sebagai salah satu grup yang menonjol di panggung global. Mereka disebut sebagai grup Asia pertama yang menguasai tangga lagu Spotify dan Billboard Global. Berbagai penghargaan juga telah mereka terima, termasuk kehormatan tertinggi dari Pemerintah Korea Selatan.
Di sisi lain, BTS tidak lepas dari hujatan dan stigma terhadap K-Pop. Salah satu anggapan yang kerap muncul adalah bahwa musik K-Pop hanya produk agensi dan mengandalkan penampilan, tanpa keterlibatan dalam proses kreatif.
Rizky (27) mengaku pernah berpikir demikian. Ia dulu menilai K-Pop sebatas “modal ganteng” dan tarian sinkron yang membuat penonton berteriak histeris. Namun pandangannya berubah setelah ia menelusuri lirik-lirik yang ditulis BTS serta pesan yang ingin disampaikan dalam lagu mereka.
Perubahan itu, menurut Rizky, semakin kuat ketika ia mendengar pidato Kim Namjoon, pemimpin BTS, di Sidang Umum PBB pada 2018. Dalam kesempatan itu, Namjoon mengajak generasi muda untuk mencintai diri sendiri melalui kampanye “Love Yourself”.
“Aku sadar, BTS bukan sekadar boyband tapi ‘motivator mental health’ yang menyamar jadi idol,” ucap Rizky saat dikonfirmasi, Senin (30/3/2026).
Pengalaman serupa juga disampaikan Tia (24), perempuan asal Jakarta yang mulai menyukai BTS sejak kelas 2 SMA pada 2018. Ia mengenal BTS dari lagu “Fake Love”, lalu terdorong mendengarkan lagu lain setelah membaca komentar di video musiknya.
“Pertama kali aku kecantol mereka gara-gara dengerin ‘Fake Love’, terus di music video-nya ada yang komentar coba dengerin ‘Love Myself’ dan ternyata liriknya benar-benar nyelamatin aku dari kata menyerah dengan keadaan dan dunia,” tutur Tia.
Kisah Rizky dan Tia menggambarkan bagaimana karya musik, khususnya lirik dan pesan yang dibawa BTS, dapat memengaruhi cara sebagian orang memandang K-Pop sekaligus menjadi sumber penguatan saat menghadapi masa sulit.

