BERITA TERKINI
Dari Kupang ke Minahasa, Wapres Gibran Tinjau Pertanian Penopang MBG dan Melayat Korban Gempa

Dari Kupang ke Minahasa, Wapres Gibran Tinjau Pertanian Penopang MBG dan Melayat Korban Gempa

Wakil Presiden Gibran Rakabuming menjalani rangkaian kunjungan kerja di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (6/4/2026). Di Desa Mata Air, Kabupaten Kupang, ia menemui sejumlah kelompok tani setelah menerima laporan bahwa hasil garapan mereka disalurkan sebagai bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah setempat.

Dalam kunjungan itu, Gibran berdialog dengan Komunitas Petani Millenial yang terdiri atas Kelompok Tani Pemuda Sulamanda dan Kelompok Wanita Tani Cinta Kasih di Agroeduwisata GMIT Tarus, Desa Mata Air. Ia menyoroti kepastian penyerapan hasil panen yang disebut sudah disuplai untuk kebutuhan MBG, termasuk komoditas dari sektor perikanan.

Seorang petani, Nathalie Marlinche, menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi petani setempat, terutama keterbatasan air serta penggunaan alat yang masih sederhana dalam pengelolaan lahan. Menanggapi hal tersebut, Gibran menegaskan pemerintah berupaya mengoptimalkan rantai produksi pertanian dari hulu hingga hilir, termasuk pemanfaatan teknologi modern.

Ia menyatakan pemerintah akan memikirkan berbagai kebutuhan pertanian secara menyeluruh, mulai dari persoalan air, benih dan bibit, pupuk, hingga peralatan modern. Menurutnya, penggunaan alat manual dinilai tidak lagi memadai karena berisiko membuat kerja keras petani tidak maksimal.

Usai agenda di Kupang, Gibran melanjutkan perjalanan ke Desa Tateli, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, pada Senin (6/4) malam. Setibanya di Minahasa, ia melayat ke rumah duka salah satu korban gempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah sekitar perairan Bitung, Sulawesi Utara, serta wilayah Maluku Utara.

Dalam siaran resminya, Sekretariat Wakil Presiden menyebut kunjungan tersebut sebagai bentuk perhatian dan empati pemerintah kepada masyarakat terdampak bencana. Kunjungan itu juga disebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kehadiran negara dalam setiap situasi darurat.