Band pop asal Jakarta, darabiru, merilis album mini perdana bertajuk darabiru pada Kamis (23/03) setelah melalui proses yang cukup panjang di studio. Rilisan ini menjadi langkah awal mereka untuk memperkenalkan warna musik yang berangkat dari beragam latar belakang tiap personel, lalu diramu menjadi satu kesatuan pop yang ringan dan terasa dekat.
Dalam album mini ini, darabiru banyak mengambil cerita dari keseharian para personelnya. Salah satu contohnya hadir lewat lagu “Salah Tingkah”, yang mengangkat momen sederhana tentang rasa gugup saat bertemu sosok yang disukai. Lirik yang lugas dipilih sebagai kunci agar cerita terdengar jujur tanpa dibungkus berlebihan.
Rizky, pemain kibor darabiru, menceritakan awal mula penggarapan materi tersebut. “Waktu pandemi, Jalu main ke rumah. Kami ngulik-ngulik sound yang agak gak umum, terus dia ada lagu. Oke kami coba isi dan enak juga,” kata Rizky saat dihubungi Pophariini (30/03).
Secara musikal, darabiru berupaya menjaga keseimbangan antara kesederhanaan dan energi. Aransemen “Salah Tingkah” dibangun lewat gitar clean yang ringan, dipadukan dengan permainan bas dan drum yang groovy, serta sentuhan synth bernuansa new wave. Penggunaan synth itu, menurut Rizky, berawal dari Jalu yang sedang giat mengeksplorasi instrumen tersebut selama proses penggarapan. “Waktu itu lagi denger apa ya? Tapi Jalu waktu itu lagi ngulik synthesizer. Jadi lah itu, ya udah isi aja synthesizer,” ujarnya.
Melalui album mini darabiru, mereka juga menunjukkan upaya menyatukan berbagai referensi musik yang berbeda ke dalam satu identitas. Tanpa berusaha terdengar rumit, pendekatan pop yang dipilih justru menjadi ruang eksplorasi yang lebih cair, sekaligus fondasi awal yang menekankan cerita sederhana dengan aransemen yang mengedepankan kedekatan dengan pendengar.

