Klub Italia Como 1907 meluncurkan jersey kandang terbaru untuk musim 2025/2026 yang dirancang desainer Indonesia Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo, yang dikenal sebagai Didit Hediprasetyo atau Didit Prabowo. Jersey tersebut akan digunakan Como 1907 dalam kompetisi musim 2025/2026.
Didit bukan kali pertama bekerja sama dengan klub tersebut. Ia juga bertanggung jawab atas desain jersey Como pada musim 2022/2023. Pada edisi terbaru ini, Didit kembali menghadirkan penghormatan artistik terhadap ikon geografis kota Como, yakni Danau Como.
Dalam pernyataan resminya, Como 1907 menyebut jersey kandang 2025/2026 kembali dirancang oleh Didit Hediprasetyo dan dikerjakan bersama adidas. Klub menegaskan desain musim ini melanjutkan kisah yang dimulai dari jersey 2022/2023, dengan tema penghormatan pada Danau Como melalui sapuan kuas seniman Golnaz Jebelli.
Danau Como dikenal sebagai salah satu destinasi wisata terkemuka di Eropa. Kilauan air danau itu kerap terlihat saat Como 1907 bermain kandang di Stadion Giuseppe Sinigaglia, yang lokasinya berada di tepian Danau Como.
Como 1907 berdiri pada 1907 dan berbasis di Como, Lombardy. Klub bermarkas di Stadion Giuseppe Sinigaglia yang berkapasitas 13.602 penonton. Kepemilikan klub disebut berada di bawah Djarum Group sebagai pemegang saham mayoritas, dengan Thierry Henry dan Cesc Fabregas sebagai pemegang saham minoritas.
Dalam perjalanan sejarahnya, Como tercatat pertama kali promosi ke Serie A pada 1949 dan menjalani periode empat tahun sebelum terdegradasi. Setelah itu, klub kerap berpindah antara Serie B dan Serie C. Pada 1970-an Como mulai muncul sebagai kandidat promosi ke Serie A, lalu kembali menembus kasta tertinggi pada 1980-an dan sempat bertahan selama dua musim sebelum turun lagi. Periode lima tahun di Serie A pada dekade tersebut disebut sebagai salah satu masa kejayaan klub dalam beberapa dekade terakhir.
Pada 2004, Como dilikuidasi karena tidak ada investor yang menyelamatkan klub. Mengacu regulasi federasi sepak bola Italia (FIGC), entitas baru bernama Calcio Como S.r.l kemudian diizinkan mengikuti Serie D. Menurut laman klub, Como lalu bermain enam musim di Serie C pada 2009 hingga 2015.
Pada 2019, Como 1907 diambil alih Grup Djarum, kelompok usaha yang dijalankan Hartono bersaudara. Disebutkan, Djarum mengeluarkan 850.000 euro dan membayar utang 150.000 euro untuk mengambil alih kepemilikan Como.

