BERITA TERKINI
BWB Expo 2026 Tekankan Penguatan Ekosistem Wellness Indonesia Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal Bali

BWB Expo 2026 Tekankan Penguatan Ekosistem Wellness Indonesia Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal Bali

DENPASAR – Bali Wellness and Beauty Expo (BWB Expo) 2026 menyoroti pentingnya langkah strategis Indonesia dalam membangun ekosistem wellness economy yang kuat, terintegrasi, dan mampu bersaing di tingkat global. Penegasan tersebut mengemuka pada hari pertama penyelenggaraan BWB Expo 2026 melalui plenary session bertajuk “Building Indonesia’s Wellness Economy: Towards a Globally Competitive and Sustainable Ecosystem”.

Forum ini mempertemukan pemangku kepentingan dari pemerintah, sektor keuangan, industri, akademisi, hingga praktisi kesehatan untuk membahas arah pengembangan ekonomi wellness Indonesia. Sejumlah narasumber yang hadir antara lain Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Dida Gardera, Asisten Deputi Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Menengah Kementerian UMKM RI Metty Kusmayantie, serta Asisten Deputi Pengembangan Usaha dan Akses Permodalan Kementerian Pariwisata RI Hanifah.

Dari sisi dunia usaha, perspektif disampaikan CEO SMESCO Indonesia Doddy Akhmadsyah Matondang, Regional CEO BRI Bali Nusra Hery Noercahya, dan Ketua Bali Medical Tourism Association dr. Gede Wiryana Patra Jaya. Diskusi dipandu Guru Besar Universitas Udayana Prof. I Nyoman Darma Putra.

Dalam diskusi, para panelis menilai wellness tidak lagi sekadar tren gaya hidup, melainkan telah berkembang menjadi sektor strategis yang dinilai mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Industri ini dipandang berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat peran UMKM, serta mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Co-Founder dan Managing Director Bali Wellness and Beauty Expo, Dr. Diah Permana, menyatakan Indonesia memiliki modal besar untuk tampil sebagai salah satu pusat wellness dunia. Ia menyebut kekayaan biodiversitas, warisan budaya, tradisi kesehatan yang telah berlangsung berabad-abad, serta jutaan pelaku UMKM yang kreatif dan inovatif sebagai kekuatan utama.

“Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang luar biasa, warisan budaya dan tradisi kesehatan yang telah hidup selama berabad-abad, serta jutaan pelaku UMKM yang kreatif dan inovatif. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, investasi yang berkelanjutan, dan kolaborasi lintas sektor, Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun Wellness Economy yang tidak hanya berdaya saing global, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Diah pada Kamis, 4 Juni 2026.

Menurutnya, tema plenary session tahun ini mencerminkan kebutuhan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, industri, sektor keuangan, akademisi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem wellness nasional yang terintegrasi. Diah juga menegaskan Indonesia tidak semestinya hanya menjadi pasar bagi industri wellness global, melainkan perlu mengambil peran lebih besar sebagai pusat inovasi dan pengembangan wellness yang berakar pada kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal.

“Sudah saatnya Indonesia mengambil peran yang lebih besar sebagai produsen inovasi, pusat pengembangan wellness, serta destinasi yang mampu menginspirasi dunia melalui kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal yang dimiliki,” tambahnya.

Sejumlah isu yang turut mengemuka dalam forum mencakup penguatan regulasi, peningkatan investasi, pengembangan sumber daya manusia, inovasi layanan, serta dukungan terhadap UMKM sebagai fondasi pembangunan industri wellness yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain plenary session, rangkaian hari pertama BWB Expo 2026 juga menghadirkan program-program yang mengusung pendekatan wellness secara holistik. Kegiatan diawali dengan sesi “Harmony of Tradition: Yoga Bali Kuno” yang mengangkat kearifan lokal Bali sebagai bagian dari praktik kesehatan dan keseimbangan hidup yang diwariskan secara turun-temurun.

Peserta mengikuti berbagai sesi interaktif, mulai dari laughter yoga, diskusi kesehatan pencernaan dan nutrisi, hingga pembahasan kesehatan mental dan mindfulness dalam kehidupan modern. Perhatian turut diberikan kepada generasi muda melalui sesi “Wellness Among Gen-Z: Redefining Balance, Identity, and Wellbeing in the Digital Era” yang membahas tantangan dan peluang menjaga kesejahteraan di tengah perkembangan teknologi digital.

Di sisi lain, pelaku industri memanfaatkan ajang ini untuk memperkenalkan inovasi produk dan layanan melalui sesi presentasi bisnis serta forum jejaring usaha. Upaya membangun kolaborasi diperkuat lewat kegiatan “Quantum Networking: New Codes of Building Meaningful Collaborations” yang membuka peluang kemitraan dan investasi baru di sektor wellness.

Rangkaian hari pertama ditutup dengan “The Art of Balinese Fashion Show” yang menampilkan karya desainer lokal, memadukan unsur budaya Bali, kreativitas, dan gaya hidup modern sebagai simbol harmonisasi tradisi dan inovasi.

Melalui penyelenggaraan BWB Expo 2026, para pemangku kepentingan berharap kolaborasi lintas sektor semakin erat untuk membangun wellness economy Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu bersaing secara global. Ajang ini juga diharapkan menjadi katalis percepatan transformasi Indonesia menuju salah satu pusat wellness dan kecantikan berkelas dunia.