DENPASAR – Bali Wellness and Beauty Expo (BWB Expo) 2026 resmi menutup rangkaian kegiatannya pada Sabtu (6/6/2026) di Bali Beach Convention Center, The Sanur Bali. Penyelenggaraan tahun ini mencatat pertumbuhan dibanding tahun sebelumnya, termasuk peningkatan partisipasi dari peserta internasional.
Ajang wellness dan beauty terbesar di Bali ini sebelumnya dibuka oleh Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Puspa, serta dihadiri Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia Helvi Moraza.
Ketua Penyelenggara BWB Expo 2026, Dr. Ketut Jaman, dalam laporan penutupan menyampaikan adanya kenaikan jumlah booth dari 80 booth pada 2025 menjadi 95 booth pada 2026. Jumlah brand yang berpartisipasi juga meningkat dari 107 brand menjadi 143 brand.
“Peningkatan jumlah booth, brand, dan partisipasi internasional menunjukkan semakin besarnya kepercayaan industri terhadap Bali Wellness and Beauty Expo sebagai platform membangun kolaborasi, memperluas jaringan bisnis, dan memperkenalkan inovasi di sektor wellness, beauty, health, dan lifestyle,” ujar Dr. Ketut Jaman.
Selain diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia seperti Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali, BWB Expo 2026 juga menghadirkan exhibitor internasional dari Jepang, Singapura, Amerika Serikat, hingga Australia.
Partisipasi mancanegara tersebut dinilai memperkuat posisi Bali sebagai pusat pengembangan industri wellness dan beauty bertaraf global.
Rangkaian penutupan dilanjutkan dengan closing remarks oleh General Manager The Meru Sanur, Ed Brea. Ia menyampaikan apresiasi kepada exhibitor, pembicara, sponsor, mitra, dan pengunjung yang mendukung penyelenggaraan expo tahun ini. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting untuk mendorong pertumbuhan industri wellness yang berkualitas, inovatif, dan berkelanjutan di Indonesia.
Puncak acara ditandai dengan closing ceremony yang turut dihadiri Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Republik Indonesia, Bagus Rachman. Kehadiran Kementerian UMKM disebut sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan industri wellness dan beauty yang dinilai semakin berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional serta penguatan UMKM.