BERITA TERKINI
BLACKPINK Cetak Sejarah sebagai Artis Pertama dengan 100 Juta Subscriber di YouTube

BLACKPINK Cetak Sejarah sebagai Artis Pertama dengan 100 Juta Subscriber di YouTube

BLACKPINK kembali mencatatkan pencapaian baru di ranah musik digital global. Pada 20 Februari waktu setempat, YouTube mengumumkan bahwa BLACKPINK resmi menjadi artis pertama dalam sejarah platform tersebut yang mencapai 100 juta pelanggan di kanal artis resmi mereka.

Pencapaian ini menegaskan posisi BLACKPINK sebagai salah satu girl group dengan pengaruh terbesar di dunia, sekaligus menambah daftar rekor mereka dalam distribusi musik berbasis video.

Seiring capaian tersebut, YouTube memberikan penghargaan khusus Red Diamond Creator Award kepada BLACKPINK. Penghargaan ini diberikan kepada kreator yang berhasil menembus 100 juta subscribers, sebuah angka yang tergolong langka bahkan di kalangan musisi global papan atas.

Dilansir dari Soompi pada Sabtu (21/2/2026), keberhasilan ini dinilai mencerminkan konsistensi BLACKPINK dalam membangun basis penggemar internasional melalui beragam konten, mulai dari video musik, cuplikan di balik layar, hingga dokumentasi tur dunia.

Hingga kini, kanal resmi BLACKPINK tercatat memiliki sembilan video yang masuk dalam “Klub 1 Miliar Penayangan” di YouTube. Di antaranya adalah video musik “DDU-DU DDU-DU”, “Kill This Love”, “BOOMBAYAH”, “As If It’s Your Last”, “How You Like That”, dan “Pink Venom”. Selain itu, video dance performance “How You Like That” juga telah melampaui 1 miliar penayangan.

Dua proyek solo anggota juga turut menyumbang capaian tersebut, yakni video penampilan Lisa untuk lagu “MONEY” serta video musik Jennie berjudul “SOLO”.

Dalam 12 bulan terakhir, BLACKPINK mencatat total 3,3 miliar penayangan di YouTube. Angka ini menunjukkan daya tarik global yang tetap kuat di tengah persaingan industri K-pop yang semakin ketat.

Rekor 100 juta subscribers ini tidak hanya menjadi tonggak penting bagi BLACKPINK, tetapi juga menegaskan peran platform digital dalam memperluas jangkauan artis Asia ke pasar global.