Bengkel Sastra (BS) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menggelar agenda tahunan Antama Balla sebagai bagian dari proses regenerasi anggota. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat Dewan Kesenian Sulawesi Selatan, Minggu (29/6).
Antama Balla menjadi tahapan wajib yang harus dilalui calon anggota sebelum resmi bergabung dengan Bengkel Sastra. Sebanyak 32 calon anggota dari angkatan 2024 mengikuti proses intensif selama kurang lebih dua bulan, yang dimulai dari perekrutan awal hingga pementasan perdana sebagai bentuk unjuk karya.
Kepala Suku Bengkel Sastra, Muh Arfan, menyampaikan bahwa Antama Balla merupakan perjalanan awal yang berat namun bermakna bagi para peserta. Ia menjelaskan, status peserta saat ini masih sebagai calon anggota.
“Saat ini mereka berstatus calon anggota. Setelah magang selama tiga bulan, mereka akan menjadi anggota tetap,” kata Muh Arfan saat membawakan pidato, Minggu (30/6).
Proses pembinaan melibatkan unsur senior Bengkel Sastra. Bopo Bengkel Sastra, Wildan, mengapresiasi semangat calon anggota baru serta peran para senior yang membimbing selama masa tempaan.
“Kebanggaan Antama Balla dua bulan teman-teman berproses sebagai anggota baru, mengapresiasi senior-senior yang membimbing dengan ikhlas. Tidak akan pernah besar kalau tidak ada support seperti sekarang ini,” ujarnya.
Wakil Dekan III FBS UNM, Syamsu Rijal, turut memberikan perhatian pada kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa seni tidak hanya dipahami sebagai aktivitas, melainkan juga sebagai ruang pembentukan karakter.
“Seni adalah tidak melakoni sesuatu, tapi membuat hal tersebut dapat diresapi ke dalam hati dan menjadi milik pribadi,” tutur Syamsu.
Kegiatan Antama Balla diselenggarakan oleh Bengkel Sastra Dema JBSI FBS UNM dengan dukungan FBS dan Dinas Pariwisata Kota Makassar. Agenda ini sekaligus menjadi ruang pengembangan potensi seni mahasiswa.
Dalam pelaksanaannya, Antama Balla mencakup empat devisi, yakni sastra, tari, teater, dan musik. Keempatnya menjadi wadah eksplorasi bagi calon anggota untuk mengasah keterampilan dan mengekspresikan diri dalam bingkai kesusastraan dan kebudayaan.

