Jakarta — Band hardcore asal Bali, Kenya, memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar di media sosial mengenai dugaan penerimaan dana dari Gubernur Bali dan Dinas Pariwisata untuk tampil di Inggris. Isu tersebut mencuat setelah sebuah unggahan di platform X viral dan memicu hujatan serta pelabelan negatif terhadap band tersebut.
Kegaduhan bermula dari unggahan akun X @dieingenieurinn pada 24 April 2026 yang menuding Kenya dengan narasi bernada keras. Unggahan itu kemudian berkembang menjadi spekulasi lain, termasuk dugaan bahwa Kenya memperoleh pendanaan pemerintah daerah untuk tampil di Outbreak Festival, sebuah festival musik hardcore di Inggris, pada Juni 2025.
Merespons situasi tersebut, Kenya menyampaikan pernyataan resmi melalui akun Instagram mereka pada Minggu, 26 April 2026. Dalam pernyataannya, band ini menyebut isu yang beredar telah mengganggu ketenangan internal dan berpotensi memengaruhi kerja sama dengan sejumlah pihak.
Kenya menegaskan bantuan yang mereka terima dari Gubernur Bali bukan berupa dana, melainkan dukungan administratif untuk kebutuhan pengajuan visa. Menurut mereka, dukungan itu berbentuk rekomendasi kepada Dinas Pariwisata agar menerbitkan sponsor letter yang menjamin mereka selama perjalanan.
Band ini menjelaskan, kendala bermula saat pengajuan visa ke Kedutaan Besar Inggris di Kuningan, Jakarta, pada April 2025. Permohonan visa mereka disebut ditolak dan tidak dapat diajukan banding. Kondisi tersebut membuat mereka sempat merasa peluang tampil di Outbreak Festival akan hilang, sebelum akhirnya mendapatkan dukungan berupa surat rekomendasi.
Kenya menyatakan visa mereka kemudian terbit pada 11 Juni 2025, atau sehari sebelum jadwal penampilan pertama di Plymouth, Inggris. Mereka juga menyebut situasi tersebut membuat para personel harus terbang mendadak ke Jakarta untuk segera berangkat ke Inggris.
Terkait dugaan pendanaan pemerintah, Kenya kembali menegaskan mereka tidak menerima uang dari Gubernur Bali maupun Pemerintah Provinsi Bali. Mereka menyatakan pembiayaan keberangkatan berasal dari sponsor independen.
Kenya juga mengungkapkan bahwa proses keberangkatan ke Inggris memerlukan biaya besar hingga membuat mereka harus meminjam uang. Mereka menyebut hingga kini masih mencicil biaya tersebut.