BERITA TERKINI
Band D’Professor Gelar Halal Bihalal untuk Perkuat Konsolidasi dan Rencana Orkestra Kolaboratif

Band D’Professor Gelar Halal Bihalal untuk Perkuat Konsolidasi dan Rencana Orkestra Kolaboratif

Band D’Professor kembali menggelar pertemuan dalam suasana Halal Bihalal di bulan Syawal sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus mengonsolidasikan para anggotanya yang sempat jarang bertemu karena kesibukan masing-masing.

Pembina Band D’Professor, Prof. Dr. med. Puruhito, dr., Sp.B, Sp.BTKV, Subsp.VE (K), mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk membangun kembali kekompakan komunitas musik yang beranggotakan para guru besar dari berbagai perguruan tinggi.

“Tujuan utama malam ini adalah silaturahmi. Kami ingin merapatkan kembali anggota yang lama tidak bertemu, dan Alhamdulillah terlihat mulai guyub kembali,” ujar Prof. Puruhito.

Saat ini, D’Professor mencatat sekitar 49 anggota aktif dari total lebih dari 100 orang yang pernah terdaftar. Namun, kehadiran dalam latihan rutin masih berfluktuasi, dengan rata-rata 15 hingga 25 orang setiap sesi.

Dalam pertemuan tersebut, sekitar 40 orang hadir, termasuk formasi inti band yang terdiri dari tujuh pemain utama serta sejumlah vokalis senior, di antaranya Prof. Istiati, Prof. Theresia, dan Prof. Syamsu. Kehadiran personel lama dinilai menjadi sinyal positif bagi penguatan kembali eksistensi D’Professor.

Prof. Puruhito yang kini berusia 82 tahun menjelaskan, perannya sebagai pembina lebih berfokus pada menjaga persatuan dan semangat kebersamaan. Ia menegaskan di dalam komunitas tersebut tidak ada sekat jabatan. “Di sini tidak ada sekat jabatan. Semua adalah pemain musik yang ingin menghibur dan menikmati kebersamaan,” katanya.

D’Professor juga menegaskan posisinya sebagai komunitas non-komersial. Mereka tidak menerima undangan komersial seperti band profesional, namun tetap terbuka untuk tampil dalam format pertunjukan atau acara internal, misalnya wisuda dan kegiatan sosial.

“Kami bukan pengamen dan bukan band profesional. Kami bermain untuk kebersamaan dan untuk menghibur, bukan untuk bisnis,” ujar Prof. Puruhito.

Meski berpegang pada prinsip non-komersial, D’Professor tetap menyiapkan rencana pengembangan. Mereka menargetkan dapat mengikuti ajang musik nasional seperti Java Jazz pada masa mendatang serta mengembangkan konsep orkestra kolaboratif bersama mahasiswa, khususnya dari Universitas Airlangga.

Konsep yang disiapkan akan menggabungkan band, orkestra mahasiswa, serta paduan suara guru besar menjadi satu rangkaian pertunjukan musik.

Dari sisi karya, D’Professor telah menghasilkan sejumlah rekaman lagu ciptaan internal. Salah satu anggota, Prof. Rubi, disebut telah menulis sekitar 37 lagu. Karya-karya tersebut belum dirilis secara komersial dan direncanakan akan dikompilasi menjadi album kenangan.

Band ini juga pernah mencatatkan prestasi di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai band guru besar dengan anggota terbanyak serta paduan suara guru besar terbesar.

Ke depan, D’Professor membuka peluang bagi guru besar lintas institusi untuk bergabung, termasuk dari ITS, Universitas Hang Tuah, Universitas Wijaya Kusuma, dan UNESA. Mereka juga menargetkan penambahan instrumen seperti biola, suling, dan saksofon untuk memperkaya aransemen.

Latihan rutin digelar setiap dua minggu, dengan lokasi utama di ruang yang dapat menampung hingga 40 orang. Untuk kebutuhan rekaman, mereka menyewa studio profesional.

Pada Oktober mendatang, D’Professor merencanakan perayaan ulang tahun ke-5 dengan konsep yang lebih besar, namun tetap mempertahankan prinsip non-komersial tanpa keterikatan sponsor. “Kami ingin tetap murni. Ini dari kita, oleh kita, dan untuk kebahagiaan bersama,” pungkas Prof. Puruhito.