BERITA TERKINI
Bali Spirit Festival 2026 Digelar di Ubud, Tarik Peserta Mancanegara dan Dorong Pariwisata Wellness

Bali Spirit Festival 2026 Digelar di Ubud, Tarik Peserta Mancanegara dan Dorong Pariwisata Wellness

GIANYAR – Bali Spirit Festival 2026 kembali digelar sebagai salah satu agenda internasional di Bali. Festival yang memasuki penyelenggaraan ke-17 ini berlangsung pada 15–19 April 2026 di The Yoga Barn, Ubud, dan diperluas ke Puri Padi Hotel.

Penyelenggara menyebut festival tidak hanya menghadirkan praktik yoga dan seni, tetapi juga memberikan dampak bagi pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Ubud dan sekitarnya. Ratusan peserta dari berbagai negara tercatat hadir, yang turut berkontribusi terhadap okupansi akomodasi, konsumsi lokal, serta perputaran ekonomi UMKM.

Founder Bali Spirit Festival, Made Gunarta, mengatakan acara ini dirancang sebagai ruang pertemuan lintas budaya yang menekankan nilai persamaan di tengah keberagaman. “Festival ini bukan hanya tentang yoga, tetapi tentang bagaimana orang-orang dari berbagai latar belakang bisa terhubung dan menemukan inspirasi hidup,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Gunarta menjelaskan, salah satu program yang diusung adalah Peace Garden dalam Bali School of the Festival. Melalui program tersebut, penyelenggara mendorong dialog lintas ras dan budaya dengan fokus pada nilai kemanusiaan universal. Konsep ini disebut menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan mancanegara yang mencari pengalaman wisata berbasis wellness dan spiritualitas.

Di tengah dinamika global, termasuk isu geopolitik yang sempat memengaruhi minat perjalanan internasional, festival tetap berjalan sesuai rencana. Gunarta mengakui sempat terjadi penurunan penjualan tiket, namun dukungan komunitas global membuat acara tetap terlaksana. “Kami tetap melanjutkan, dan dukungan datang, tidak hanya secara material tetapi juga spiritual,” katanya.

Dari sisi substansi, festival menghadirkan beragam perspektif dari peserta dan pengisi acara. Nur Jabir menekankan pentingnya nilai kemanusiaan universal, terinspirasi dari ajaran Jalaluddin Rumi. “Di sini kita melihat bagaimana perbedaan melebur dalam satu ruang kemanusiaan,” ujarnya.

Musisi metal asal Surabaya, Budho Adhi Saddharmo, menyampaikan pandangannya bahwa yoga dapat menjadi sarana menemukan keseimbangan hidup. Menurutnya, praktik yoga bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi perjalanan kesadaran. “Ini tentang bagaimana kita memanusiakan manusia dan mencapai kedamaian,” katanya.

Sementara itu, instruktur yoga asal Australia, Barbra, menyoroti manfaat yoga sebagai terapi fisik dan mental. Ia menyebut yoga membantu pemulihan cedera sekaligus meningkatkan kualitas hidup. “Ketika tubuh sehat, kita lebih mudah mencapai ketenangan batin,” jelasnya.

Selain praktik wellness, festival juga menghadirkan ruang ekspresi budaya melalui pertunjukan seni tradisional Nusantara, termasuk tari Jawa oleh generasi muda. Penampilan ini menunjukkan elemen budaya lokal tetap menjadi bagian dari ekosistem pariwisata Bali.

Dengan perpaduan yoga, musik, seni, dan nilai kemanusiaan, Bali Spirit Festival 2026 disebut memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata wellness, sekaligus mendorong pergerakan ekonomi berbasis budaya dan komunitas di Ubud.