BERITA TERKINI
Album "Nyanyian Lembah Sigi 2" Hadirkan Lagu Berbahasa Kaili dengan Aransemen Modern

Album "Nyanyian Lembah Sigi 2" Hadirkan Lagu Berbahasa Kaili dengan Aransemen Modern

PALU — Upaya pelestarian budaya Kaili terus dilakukan melalui jalur musik modern. Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPRI) Sigi bersama sejumlah musisi Sulawesi Tengah meluncurkan album Nyanyian Lembah Sigi 2, yang mengangkat lagu-lagu berbahasa Kaili dengan aransemen kekinian agar lebih dekat dengan generasi muda.

Album ini merupakan kelanjutan dari Nyanyian Lembah Sigi 1 yang sebelumnya berfokus pada lagu rakyat dan nyanyian dolanan tradisional. Pada edisi kedua, para musisi menghadirkan karya baru dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan unsur budaya lokal.

Ketua PAPRI Sigi, Yudi Nugraha, mengatakan pelestarian bahasa daerah menjadi perhatian karena penggunaannya mulai berkurang di kalangan anak muda. Menurutnya, musik modern dipilih sebagai medium agar bahasa Kaili tetap hidup dan dapat diterima generasi sekarang.

Yudi menjelaskan, seluruh lagu dalam album tersebut tetap memasukkan unsur alat musik tradisional Kaili seperti mbasi-mbasi dan lalove. Instrumen tradisional itu dipadukan dengan aransemen modern untuk menghasilkan warna musik baru yang tetap berakar pada budaya lokal.

Proses kurasi lagu dilakukan melalui lomba karya lagu daerah Kaili bertajuk lokal daily. Dari seleksi tersebut, terpilih sejumlah lagu terbaik untuk diproduksi dalam album Nyanyian Lembah Sigi 2.

Melalui program ini, PAPRI Sigi berharap masyarakat, terutama generasi muda, semakin bangga menggunakan bahasa Kaili dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menjaga warisan budaya Sulawesi Tengah agar tidak punah.