BERITA TERKINI
Agenda Presiden Prabowo 30 Maret–4 April 2026: Kesepakatan Investasi Rp575 Triliun hingga Respons Gempa

Agenda Presiden Prabowo 30 Maret–4 April 2026: Kesepakatan Investasi Rp575 Triliun hingga Respons Gempa

Presiden Prabowo Subianto mencatat sejumlah agenda dan capaian selama periode 30 Maret hingga 4 April 2026, mulai dari penguatan hubungan internasional, komitmen investasi hingga sekitar Rp575 triliun, hingga instruksi respons cepat terhadap bencana gempa di dalam negeri.

Dalam kunjungan kenegaraan ke Jepang, Presiden bertemu Kaisar Naruhito di Istana Kekaisaran Tokyo serta Putra Mahkota Fumihito. Pertemuan tersebut disertai pembahasan kerja sama investasi, energi, dan lingkungan hidup, serta jamuan santap siang kenegaraan.

Presiden juga menyaksikan penandatanganan 10 nota kesepahaman antara pelaku usaha Indonesia dan Jepang dengan nilai 23,63 miliar dolar AS atau sekitar Rp401,71 triliun. Kesepakatan itu meliputi hilirisasi energi bersih, produksi metanol dari emisi karbon, eksplorasi minyak dan gas, energi panas bumi, serta penguatan keuangan inklusif.

Dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Istana Akasaka, kedua negara menyepakati penguatan kerja sama di sektor ekonomi, energi, investasi, keamanan, dan kemaritiman. Presiden juga menyampaikan kesiapan Indonesia berperan dalam upaya deeskalasi konflik. “Kami siap menjadi mediator untuk mendorong deeskalasi dan perdamaian,” kata Presiden Prabowo Subianto.

Di sela agenda di Jepang, Presiden bertemu pimpinan 13 perusahaan besar, termasuk Toyota Motor Corporation, Mitsubishi Corporation, dan Panasonic Group. Pertemuan itu disebut untuk mendorong investasi, hilirisasi industri, serta penciptaan lapangan kerja.

Pada forum internasional, Indonesia mengecam serangan terhadap pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon yang menewaskan tiga prajurit TNI. Pemerintah menuntut investigasi menyeluruh, perlindungan pasukan, serta pemulangan jenazah secara bermartabat.

Agenda berlanjut ke Republik Korea. Presiden Prabowo disambut Presiden Lee Jae Myung di Blue House, Seoul. Kedua negara menyepakati 10 nota kesepahaman yang mencakup dialog strategis, ekonomi, energi bersih, kecerdasan buatan, hingga perlindungan hak kekayaan intelektual.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menerima penghargaan tertinggi Korea Selatan, The Grand Order of Mugunghwa, yang disebut diberikan atas kontribusi dalam memperkuat hubungan bilateral.

Dari rangkaian kunjungan ke Jepang dan Republik Korea, Indonesia mencatat komitmen investasi sebesar 33,89 miliar dolar AS atau sekitar Rp575 triliun, terdiri atas Jepang 23,63 miliar dolar AS dan Korea 10,26 miliar dolar AS.

Di dalam negeri, Presiden menginstruksikan respons cepat terhadap gempa magnitudo 7,6 di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Evakuasi warga dan koordinasi lintas lembaga dilakukan oleh BNPB, TNI, Polri, serta pemerintah daerah.

Presiden juga menghadiri halalbihalal bersama pegawai Sekretariat Kabinet serta bersilaturahmi Idulfitri dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Jakarta untuk membahas perkembangan nasional. Pada Sabtu, Presiden memberikan penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.

Di bidang kebijakan, pemerintah memastikan stok BBM nasional dalam kondisi aman tanpa kenaikan harga. Program strategis yang disebut meliputi penerapan biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026 serta pengaturan BBM subsidi melalui aplikasi MyPertamina.

Transformasi budaya kerja nasional juga diperkuat melalui kebijakan bekerja dari rumah setiap Jumat bagi ASN, efisiensi anggaran, penghematan energi, penggunaan transportasi publik, serta optimalisasi program makan bergizi.

Dalam unggahan akun resmi Instagram Sekretariat Kabinet RI pada Minggu, 5 April 2026, disebutkan bahwa kehadiran aktif Presiden dalam berbagai forum internasional, termasuk kunjungan ke Jepang dan Korea Selatan, dinilai turut memperkuat kepercayaan investor, yang tercermin dari capaian komitmen investasi hingga sekitar Rp575 triliun.