ADA Band merilis video musik terbaru berjudul “Selalu Ada” pada April 2026. Mendekati tiga dekade berkarya di industri musik Indonesia, band ini kembali menegaskan eksistensinya lewat lagu yang disebut menjadi bentuk konsistensi sekaligus adaptasi di tengah perkembangan industri yang dinamis.
“Selalu Ada” mengangkat makna kehadiran yang tidak sekadar fisik, melainkan rasa yang menetap dan tidak tergantikan dalam kehidupan seseorang. Dari sisi aransemen, lagu ini dikemas lebih modern dan intim, namun tetap mempertahankan ciri khas ADA Band melalui melodi yang kuat serta lirik yang emosional.
Dalam wawancara eksklusif bersama Music Director RRI Malang di Kota Malang, Minggu (26/4/2026), pencipta lagu Dika Satjadibrata menyampaikan bahwa “Selalu Ada” terinspirasi dari kisah nyata tentang pertemuan dan perpisahan. “Perpisahan itu paling mudah diterjemahkan ke dalam lagu karena dialami semua orang, mulai dari sekolah, kelulusan, sampai kehidupan sehari-hari,” ujar Dika.
Menurut Dika, pengalaman yang bersifat universal itu membuat lagu lebih mudah diterima dalam berbagai momen, mulai dari perpisahan, kelulusan, hingga kebersamaan dalam sebuah acara.
Sementara itu, vokalis Naga mengungkapkan adanya sentuhan personal dalam lagu tersebut. Ia menyebut lirik “semua datang dan pergi mewarnai cerita kita” berangkat dari unggahan media sosialnya saat memutuskan keluar dari Lyla. “Awalnya itu hanya caption saat saya keluar dari Lyla. Tapi Mas Dika mengolahnya jadi lirik yang kuat. Itu juga memengaruhi cara saya menyampaikan emosi di lagu ini,” kata Naga.
Video musik “Selalu Ada” dikemas dengan pendekatan visual yang sederhana namun emosional, menggambarkan dinamika hubungan masa kini serta makna kebersamaan. Melalui karya ini, ADA Band mengajak pendengar melihat sisi terang dari setiap perpisahan, sekaligus mengingatkan bahwa setiap pertemuan dan kehilangan selalu meninggalkan makna dalam perjalanan hidup.