Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meminta pendidikan di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) membentuk generasi penerus yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis yang kuat.
Pernyataan itu disampaikan Fajar dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional, Hari Bumi, dan Hari Otonomi Daerah yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Sabtu. Ia menilai peran pendidikan di Kalteng kian strategis karena wilayah ini tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan, tetapi juga penjaga ekosistem penting bagi keberlanjutan lingkungan Indonesia, bahkan dunia.
Menurutnya, penguatan karakter peserta didik perlu dilakukan melalui penciptaan lingkungan sekolah yang aman, sehat, bersih, dan indah. Ia menekankan sekolah harus menjadi ruang yang memanusiakan, tempat anak-anak merasa aman untuk tumbuh, belajar, dan mengejar mimpi.
Fajar juga mengingatkan pendidikan tidak bisa dipisahkan dari krisis global yang terjadi saat ini. Perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan krisis sumber daya disebutnya sebagai tantangan nyata yang akan diwarisi generasi muda.
Karena itu, ia menegaskan pendidikan perlu mengambil peran lebih strategis untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak dini. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mengintegrasikan isu lingkungan dalam dunia pendidikan, mengembangkan proses pembelajaran, serta mendorong aksi nyata di lingkungan sekolah.
Ia mencontohkan langkah sederhana yang bisa dilakukan, mulai dari pengelolaan sampah, penghematan energi, hingga penghijauan lingkungan. Menurutnya, setiap langkah kecil yang dilakukan saat ini akan menentukan kualitas kehidupan generasi mendatang.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyampaikan pemerintah provinsi terus menyelaraskan program daerah dengan pemerintah pusat agar pelaksanaannya berjalan optimal dan berdampak nyata bagi masyarakat. Meski terjadi penurunan anggaran akibat kebijakan efisiensi, ia menegaskan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas pembangunan daerah.
Agustiar menekankan pemerintah provinsi tidak ingin ada putra-putri Kalimantan Tengah yang tidak bisa sekolah maupun kuliah. Karena itu, pendidikan tetap ditempatkan sebagai prioritas utama pembangunan daerah.