Supermodel sekaligus aktris Thanh Hằng mengungkapkan ia memilih menjalani pengambilan gambar adegan intim dalam keadaan sepenuhnya sadar. Keputusan itu ia ambil saat terlibat dalam film drama noir berunsur kriminal dan romantis Mesdames Thanh Sắc, yang dijadwalkan rilis pada 19 Juni.
Pernyataan tersebut disampaikan Thanh Hằng ketika menjadi bintang tamu di acara bincang-bincang The Khang Show bersama pembawa acara Nguyen Khang. Dalam kesempatan itu, ia berbagi cerita tentang kembalinya ke layar kaca setelah absen selama beberapa tahun, sekaligus pengalaman menjalani peran ganda sebagai pemeran utama dan produser.
Mesdames Thanh Sắc disutradarai Thang Vu dan berfokus pada kisah Cam Thanh—penari papan atas yang diperankan Thanh Hằng—serta Madame Sắc (diperankan Hồng Ánh), pemilik kaya klub malam Kim Do. Hubungan keduanya yang semula dekat perlahan berubah menjadi permusuhan karena hadirnya seorang pria, memicu rangkaian peristiwa yang disebut mengejutkan. Tim produksi menyatakan film ini terinspirasi dari peristiwa nyata yang sempat menggemparkan Saigon pada awal 1960-an, namun bukan rekonstruksi kehidupan tokoh sejarah tertentu.
Thanh Hằng mengatakan proses riset menjadi tantangan tersendiri karena keterbatasan gambar dan informasi mengenai penari perempuan pada era tersebut. Karena itu, tim kreatif memilih mengembangkan karakter ke arah fiksi, tetapi tetap berupaya mempertahankan realisme. Ia menilai karakter dalam film memiliki sisi benar dan salah, serta cukup kompleks untuk membuat penonton melihat bagian dari diri mereka di dalamnya.
Terkait keterlibatannya sebagai produser, Thanh Hằng menyebut kesempatan itu muncul seiring pengalaman dan kematangan profesional yang ia bangun. Ia juga menyinggung rencana proyek pada 2019 berjudul Quynh Hoa Nhat Da yang tidak sempat diselesaikan. Dalam proyek terbarunya, ia ingin lebih proaktif dalam proses kreatif—mulai dari pengambilan keputusan penting hingga keterlibatan pada aspek visual, arahan seni, dan sinematografi. Naskah film, menurutnya, dikembangkan sekitar delapan bulan untuk menyeimbangkan unsur artistik dan preferensi penonton.
Ini bukan pengalaman pertama Thanh Hằng berinvestasi dalam film. Ia sebelumnya ikut berinvestasi pada film sutradara Le Thien Vien, Meet Me on the Day of the Eclipse, yang disebut melampaui pendapatan 100 miliar VND setelah 18 hari penayangan. Menanggapi rumor daring yang menyebut dirinya “menjual rumah untuk membuat film”, Thanh Hằng menegaskan sutradara tersebut tidak berada dalam kondisi “terdesak” seperti yang dispekulasikan, dan ia memilih bermitra karena percaya pada kualitas naskah.
Dalam Mesdames Thanh Sắc, upaya menghadirkan kembali Saigon era 1960-an disebut menjadi pekerjaan besar. Thanh Hằng menyebut film menggabungkan latar kehidupan nyata dengan teknologi CGI dan AI untuk merekonstruksi lanskap kota masa lalu. Berbagai detail, dari arsitektur hingga elemen kecil seperti tiang listrik, kabel, dan pintu rumah, diteliti untuk membangun kesan otentik.
Memerankan Cam Thanh yang digambarkan memiliki batin kompleks dan kepribadian bebas, Thanh Hằng mengaku harus hampir sepenuhnya membangun ulang gaya aktingnya. Selama lebih dari sebulan syuting, ia membatasi komunikasi dengan suaminya untuk menjaga emosi karakter. Sejumlah adegan tari bergaya rock and roll 1960-an juga menjadi tekanan tersendiri karena pada saat yang sama ia menjalani perawatan penumpukan cairan di sendi lutut.
Ia juga menuturkan salah satu adegan paling mencekam diambil sekitar pukul 4 pagi dalam cuaca dingin dengan hujan buatan. Adegan tersebut, menurutnya, justru ia usulkan untuk tetap dipertahankan karena karakter perlu menyentuh emosi terdalam demi mencapai perubahan psikologis.
Di antara tantangan yang ia soroti, adegan intim menjadi salah satu yang terbesar. Thanh Hằng mengungkapkan musik untuk segmen-segmen tersebut digubah oleh suaminya, konduktor Tran Nhat Minh. Ia mengatakan sempat ada saran dari kru untuk menggunakan alkohol agar tekanan berkurang, namun ia memilih tetap menjalani adegan itu dalam keadaan sadar.
Menurut Thanh Hằng, tuntutan pembuatan film memerlukan kedalaman batin dan ketahanan yang lebih besar dibanding dunia modeling. Ia mengaitkan perjalanan kariernya melalui sejumlah film seperti Long-legged Girls, Kiss of Death, Beauty Trap, Sister Sister, dan Brilliant Years, seraya menekankan pentingnya keseriusan, disiplin, dan tanggung jawab kepada penonton.
Soal pendapatan dan biaya produksi, Thanh Hằng tidak membeberkan angka. Ia hanya menyatakan proyek tersebut melibatkan investasi signifikan dan berharap dukungan penonton dapat membantu film segera menutup biaya. Mesdames Thanh Sắc juga menandai reuni Thanh Hằng dan Hồng Ánh setelah delapan tahun sejak Tháng năm rực rỡ (Brilliant May).