BERITA TERKINI
SMAN 2 Bondowoso Gelar Ajang Kreasi Seni dan Sastra sebagai Wadah Apresiasi Siswa di Masa Pandemi

SMAN 2 Bondowoso Gelar Ajang Kreasi Seni dan Sastra sebagai Wadah Apresiasi Siswa di Masa Pandemi

SMAN 2 Bondowoso tetap menyelenggarakan agenda tahunan sebagai ruang bagi siswa untuk menampilkan bakat dan minat, khususnya di bidang seni dan sastra, meski pandemi belum diketahui kapan berakhir.

Pada tahun ini, pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan konsep berbeda menyesuaikan situasi. Jika sebelumnya agenda tahunan diisi kegiatan bersepeda bersama (pancalan) yang melibatkan guru, siswa, dan alumni, lalu ditutup dengan Malam Gelar Seni SMADA (Magenda) yang terbuka untuk umum, kali ini rangkaian tersebut dipangkas.

Kegiatan pancalan ditiadakan, sementara Magenda digantikan dengan Ajang Kreasi Seni dan Sastra (Angkasa). Perubahan ini dilakukan agar sekolah tetap menyediakan wadah bagi siswa untuk menyalurkan kemampuan di bidang seni dan sastra.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMAN 2 Bondowoso, Jarimin, mengatakan Angkasa menampilkan beragam karya siswa kelas X dan XI. Karya-karya tersebut antara lain menggambarkan kondisi masyarakat Indonesia sebelum dan sesudah terdampak pandemi, serta harapan ke depan.

Menurut Jarimin, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang gelar seni dan sastra, tetapi juga sarana pembelajaran bagi siswa dalam mengorganisasikan berbagai hal. Ia menyebut kegiatan semacam ini dapat melatih manajemen, kemampuan bernegosiasi, berkomunikasi, mengorganisir, serta membentuk karakter siswa.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Provinsi Jawa Timur Wilayah Bondowoso, Sugiono Eksantoso, turut mengapresiasi kegiatan tersebut meskipun kondisi Bondowoso disebut belum sepenuhnya lepas dari pandemi. Ia menilai kegiatan itu sebagai bentuk apresiasi bagi siswa.

“SMAN 2 ini memiliki banyak potensi yang tidak diragukan lagi. Setingkat pelajar bisa membuat acara sebagus ini saya rasa sebuah karya yang luar biasa,” ujarnya.

Sugiono berharap kegiatan serupa dapat menjadi contoh bagi sekolah lain di Bondowoso dan sekitarnya, terutama dalam memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat. “Mudah-mudahan sekolah yang lain juga bisa memberikan ruang untuk mengembangkan bakat kepada siswanya,” katanya.