BATANG — Pelajar berkebutuhan khusus dari jenjang SD hingga SMA Luar Biasa di wilayah Cabang Dinas 12 mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) yang digelar di SLB Negeri Batang, Kabupaten Batang, Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk menampilkan ekspresi, karya, dan potensi yang mereka asah melalui latihan.
Dalam pelaksanaan FLS3N tersebut, sebanyak 75 peserta berkompetisi untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sebagai bagian dari seleksi menuju tingkat provinsi hingga nasional. Sejumlah cabang lomba yang dipertandingkan antara lain seni tari, melukis, menyanyi, seni peran, pantomim, desain grafis, puisi, dan cabang lainnya.
Kepala Seksi SMA/SLB Cabang Dinas 12, Lebdo Wiharso, mengatakan ragam cabang lomba itu menjadi media bagi siswa berkebutuhan khusus untuk mengekspresikan diri agar sejajar dengan anak lainnya. Ia menilai potensi mereka tidak kalah dengan siswa pada umumnya, bahkan pada cabang tertentu sudah ada yang mampu meraih prestasi.
Lebdo mencontohkan capaian siswa SLB Negeri 1 Pemalang yang berhasil meraih juara 2 solo song di tingkat nasional. Ia berharap pada tahun ini prestasi dapat ditingkatkan, termasuk pada kategori solo song, pantomim, desain grafis, dan seni tari agar bisa kembali menembus level nasional.
Sementara itu, Kepala SLB Batang Buntas Ernawati menyampaikan bahwa proses melatih anak berkebutuhan khusus memerlukan waktu dan tenaga ekstra. Meski demikian, ia menilai ketelatenan guru dan pelatih membuat kendala tersebut dapat diatasi.
Menurut Buntas, salah satu tantangan yang kerap dihadapi adalah ketidakhadiran siswa meski jadwal latihan sudah disusun. Namun, ia menyebut ketekunan siswa membantu mereka tetap berupaya memberikan penampilan terbaik.
Ia juga menyoroti potensi siswa SLB Batang di cabang pencak silat yang sebelumnya meraih juara 2 tingkat Jawa Tengah. Buntas berharap kemampuan yang dimiliki siswa terus terasah dan dapat menjadi bekal saat mereka lulus dari SLB.