Netflix Indonesia merilis serial original terbaru berjudul Luka, Makan, Cinta (judul internasional: Made with Love) pada 15 April 2026. Disutradarai Teddy Soeria Atmadja, serial drama romantis bertema kuliner ini terdiri dari delapan episode dengan durasi sekitar 30–37 menit per episode.
Serial ini dibintangi Mawar Eva de Jongh sebagai Luka, Deva Mahenra sebagai Dennis, serta Sha Ine Febriyanti sebagai Sari, ibu Luka. Adipati Dolken dan Asmara Abigail turut hadir sebagai pemeran pendukung. Latar cerita berpusat di restoran keluarga Umah Rasa di Bali, yang menjadi panggung bagi persilangan ambisi profesional, dinamika keluarga, dan romansa.
Kisahnya mengikuti Luka, seorang sous chef yang bertekad menyelamatkan restoran legendaris milik ibunya yang tengah menghadapi kesulitan. Luka merasa dirinya paling layak menggantikan Sari yang dikenal perfeksionis sebagai head chef. Namun, keputusan sang ibu justru mengangkat Dennis, pendatang baru yang berbakat, untuk memimpin dapur dan menerapkan perubahan yang ketat.
Situasi tersebut memaksa Luka bekerja berdampingan dengan sosok yang ia benci, sementara tekanan dari kondisi kesehatan ibunya dan persaingan bisnis restoran terus meningkat. Di tengah ritme dapur yang padat, cerita bergerak ke arah pembuktian diri, kerja sama, rekonsiliasi keluarga, serta tumbuhnya ketertarikan yang perlahan muncul di antara Luka dan Dennis.
Teddy Soeria Atmadja disebut merancang cerita ini sejak awal sebagai film layar lebar, sebelum akhirnya memilih format serial agar dinamika antarkarakter dapat dieksplorasi lebih jauh. Setiap episode menonjolkan visual masakan Indonesia—dari sajian sederhana hingga fine dining—yang disandingkan dengan konflik emosional para tokohnya. Masakan tidak hanya menjadi latar, melainkan juga metafor bagi luka, cinta, dan proses penyembuhan.
Dari sisi permainan aktor, serial ini menempatkan tiga karakter utama sebagai pusat emosi cerita. Mawar Eva de Jongh memerankan Luka sebagai sosok ambisius dan keras kepala, namun menyimpan kerentanan di balik sikap profesionalnya. Deva Mahenra sebagai Dennis membawa dinamika persaingan yang kemudian berkembang menjadi ketertarikan, sementara Sha Ine Febriyanti memberi bobot kuat pada karakter Sari sebagai ibu perfeksionis yang mencintai anaknya, tetapi kesulitan mengekspresikannya secara terbuka. Hubungan ibu-anak menjadi salah satu poros utama cerita.
Secara teknis, produksi serial ini digambarkan tampil rapi dengan sinematografi dapur yang intim, pencahayaan hangat di restoran, serta pemanfaatan lokasi Bali. Musik latar turut membangun nuansa emosional, sementara dialog disajikan ringan namun berupaya memuat makna. Tema seperti pembuktian diri, kerja tim, serta pentingnya komunikasi dalam keluarga hadir sebagai benang merah.
Serial ini juga menyinggung isu kesehatan mental di industri kuliner, termasuk tekanan perfeksionisme dan burnout, serta kebutuhan akan sistem dukungan. Romansa Luka dan Dennis hadir sebagai pelengkap, bukan satu-satunya pusat cerita.
Meski demikian, sejumlah bagian dinilai mudah ditebak, terutama alur romansa yang mengikuti pola klasik enemies-to-lovers. Beberapa dialog juga digambarkan terasa terlalu manis, dan konflik dapurnya tidak selalu mencerminkan kerasnya dunia kuliner profesional. Namun, pendekatan itu sekaligus membuat serial ini diposisikan sebagai tontonan ringan yang nyaman bagi penonton yang mencari drama tanpa beban berlebihan.
Seluruh delapan episode Luka, Makan, Cinta sudah tersedia untuk ditonton di Netflix sejak 15 April 2026, baik di Indonesia maupun secara global. Serial ini menyediakan opsi subtitle serta audio bahasa Indonesia dan Inggris, dengan klasifikasi usia U/A 13+.