Netflix merilis serial Man on Fire yang disebut menawarkan pendekatan berbeda dari versi film populer tahun 2004. Serial ini menjadi adaptasi bebas dari novel karya A.J. Quinnell, namun tidak diarahkan sebagai remake, melainkan menghadirkan cerita baru dengan sudut pandang yang lebih relevan dan segar.
Mengutip laporan Screen Rant, kisahnya berpusat pada John Creasy yang diperankan Yahya Abdul-Mateen II, seorang mantan tentara pasukan khusus. Creasy ditugaskan ke Rio de Janeiro untuk membantu menjaga stabilitas keamanan selama pemilu. Situasi kemudian berubah drastis ketika serangan teroris terjadi, memaksanya melindungi seorang remaja bernama Poe yang diperankan Billie Boullet.
Dalam pelarian, Creasy dan Poe mendapat bantuan dari Valeria Melo (Alice Braga) serta seorang anak laki-laki bernama Livro. Seiring ancaman yang terus membayangi, hubungan di antara mereka berkembang menjadi ikatan emosional yang kuat.
Karakter Creasy menjadi pusat daya tarik serial ini. Ia digambarkan sebagai sosok kompleks—keras namun peduli, dingin tetapi tetap protektif. Pergulatan batin yang dialaminya turut menonjolkan sisi manusiawi, menjadikan Creasy lebih dari sekadar tokoh aksi.
Penampilan Yahya Abdul-Mateen II juga disebut sebagai salah satu kekuatan utama serial ini. Ia menampilkan rentang emosi yang luas, dari trauma mendalam hingga sisi lembut yang jarang terlihat. Salah satu adegan emosional menjelang akhir bahkan disebut menjadi momen yang paling membekas bagi penonton.
Dari sisi aksi, Man on Fire menampilkan koreografi perkelahian dan baku tembak yang digambarkan terasa realistis. Adegan-adegan aksi disusun dengan tujuan yang jelas tanpa kesan berlebihan, sementara variasi gaya bertarung antar karakter menambah kesan autentik.
Di luar aksi, serial ini juga mengangkat tema trauma dan proses penyembuhan. Para karakter tidak hanya berjuang untuk bertahan hidup, tetapi juga menghadapi luka batin masing-masing dengan pendekatan yang disebut lebih matang.
Meski memiliki kekuatan pada karakter dan akting, respons terhadap serial ini terbilang beragam. Di IMDb, Man on Fire sempat mencatat skor tinggi di angka 9, namun kemudian turun menjadi 6,6 seiring bertambahnya ulasan. Sementara di Rotten Tomatoes, serial ini meraih rating 55 persen, mencerminkan respons kritikus yang cenderung kurang positif. Sejumlah ulasan menyoroti alur yang dinilai belum konsisten serta ritme cerita yang tidak merata, meski tetap mengapresiasi kedalaman karakter yang ditawarkan.
Man on Fire resmi tayang sejak Kamis, 30 April 2026, dan menjadi salah satu rilisan terbaru bagi penonton yang menyukai genre aksi-drama.