Semesta Zona Merah yang sebelumnya hadir dalam format serial kini resmi berlanjut ke layar lebar. Proyek kolaborasi Screenplay Films ini dijadwalkan memulai proses syuting pada April 2026, dengan skala produksi yang disebut akan lebih besar dan menghadirkan atmosfer yang lebih mencekam.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh jajaran sutradara dan produser dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 1 April 2026. Langkah membawa Zona Merah ke bioskop diambil setelah melihat antusiasme pasar terhadap genre zombie-thriller lokal yang sebelumnya sempat dipandang sebagai proyek eksperimen.
Sutradara Sidharta Tata mengatakan versi film tidak hanya menonjolkan ketegangan fisik antara manusia dan “Mayat”—sebutan zombie dalam cerita—melainkan juga memperdalam kompleksitas narasi. Menurutnya, medium film memberi ruang lebih luas untuk mengeksplorasi sisi sinematik yang belum tersentuh dalam versi serial.
“Kami ingin membawa semuanya ke level berikutnya, baik dari sisi emosi, skala konflik, maupun pengalaman visual,” ujar Sidharta Tata. Ia menambahkan, naskah yang digarap bersama Dinda Anjani Putri serta tim laboratorium cerita akan menyisipkan elemen drama politik dan romansa di tengah kekacauan kota besar yang terkepung.
Dari sisi pemain, film Zona Merah tetap mempertahankan sejumlah karakter yang telah dikenal penonton. Aghniny Haque, Andri Mashadi, Maria Theodore, Devano, dan Lukman Sardi dipastikan kembali melanjutkan peran mereka dalam kisah bertahan hidup.
Di saat yang sama, beberapa nama baru turut bergabung untuk memperluas dinamika cerita. Bryan Domani, Shindy Huang, Myesha Lin, dan Derby Romero masuk dalam jajaran pemain, yang disebut akan menghadirkan interaksi antarkarakter lebih dalam serta perubahan transformatif sepanjang film.
Fajar Martha Santosa, yang mendampingi Sidharta Tata di kursi sutradara sekaligus memimpin proses pengembangan, menekankan bahwa persiapan teknis dilakukan secara teliti. Ia menyebut film ini menjanjikan aksi yang lebih “gila” dan brutal dibanding versi serial, sehingga kebutuhan produksi—mulai dari lokasi hingga kemampuan fisik pemain—dibedah secara intensif.
“Film ini semakin besar, semakin chaos, tawaran aksinya semakin lebih gila lagi daripada series-nya. Maka seluruh kebutuhan teknis ini harus kami breakdown dengan hati-hati,” kata Fajar. Proses pengambilan gambar direncanakan berlangsung selama dua bulan, dari April hingga Mei 2026.