Bagi banyak orang, mengejar kebahagiaan menjadi upaya sepanjang hidup. Namun, sejumlah temuan ilmiah menunjukkan ada langkah-langkah sederhana dan nyata yang dapat membantu memupuk kebahagiaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan emosional.
Dengan membangun kebiasaan tertentu yang dapat memperbaiki suasana hati dalam rutinitas sehari-hari, seseorang berpeluang menumbuhkan perasaan bahagia secara bertahap dan menjalani hidup yang terasa lebih memuaskan secara emosional.
Salah satu kebiasaan yang disebut dapat membantu meningkatkan suasana hati adalah berbicara dengan orang asing. Selama ini, menjaga hubungan sosial dengan teman dan keluarga kerap dikaitkan dengan kesehatan mental yang lebih baik. Namun, penelitian terbaru menyoroti bahwa interaksi sosial tidak hanya bermanfaat jika terjadi di lingkaran terdekat.
Studi pada 2022 yang dilakukan mahasiswa doktoral Harvard Business School menyimpulkan bahwa percakapan dengan orang asing juga berperan penting dalam meningkatkan suasana hati. Peneliti memperkenalkan istilah “keragaman relasional” untuk menggambarkan dua faktor hubungan yang berkaitan dengan suasana hati lebih bahagia, yakni kekayaan dan kemerataan.
“Kekayaan” hubungan mengacu pada apakah seseorang berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai tingkat kedekatan—mulai dari anggota keluarga, teman, kenalan, hingga orang asing. Sementara itu, “kemerataan” merujuk pada seberapa merata interaksi tersebut tersebar di seluruh kelompok tadi.
Menurut Hanne Collins, mahasiswa PhD yang ikut menulis penelitian tersebut, semakin banyak kategori hubungan yang diajak berbicara dalam sehari dan semakin merata percakapan terjadi di berbagai kategori itu, semakin bahagia seseorang.