Pemerintah Kabupaten Bangka Barat bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar festival seni dan sastra sebagai ruang bagi siswa sekolah menengah atas untuk menumbuhkan kreativitas dan mengembangkan potensi diri.
Wakil Bupati Bangka Barat Yus Derahman mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah yang disiapkan pemerintah untuk menggali, menumbuhkan, dan mengembangkan potensi seni, kreativitas, serta membangun karakter unggul generasi muda.
Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional tingkat SMA/MA/SMK itu dilaksanakan bersama Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Menurut Yus, program tersebut termasuk langkah strategis dalam pengembangan potensi, kreativitas, serta apresiasi seni dan sastra para siswa.
Kegiatan yang digelar selama dua hari itu, kata dia, juga menjadi sarana bagi siswa untuk belajar mengekspresikan diri, menghargai proses, dan membangun kepercayaan diri. Melalui gelar karya tersebut, pemerintah daerah berupaya menyiapkan generasi Bangka Barat yang cerdas dan memiliki daya saing.
Ia juga meminta pembina, guru, pengelola sekolah, dan panitia untuk terus mendukung para siswa agar kegiatan tersebut dapat melahirkan generasi unggul. Pemerintah meyakini kegiatan ini dapat membentuk karakter pelajar yang inovatif, berdaya saing, serta berakar pada nilai-nilai budaya bangsa.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yulizar, menyebut festival ini sebagai upaya nyata pemerintah dalam mendukung terwujudnya generasi muda Indonesia yang berprestasi dan berbudaya.
Untuk tingkat Kabupaten Bangka Barat, kegiatan kali ini diikuti 183 peserta perwakilan dari sekolah jenjang SMA/MA/SMK. Terdapat 15 cabang lomba yang dipertandingkan, yakni tari kreasi, monolog, menyanyi solo, musik tradisi, komik digital, baca puisi, cipta puisi, cipta lagu, menulis cerita pendek, gitar solo, fotografi, jurnalistik, desain poster, film pendek, dan seni kriya.