JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengajak masyarakat memanfaatkan penurunan harga saham untuk membeli atau “menyerok” saham. Ia menilai perekonomian Indonesia tengah mengalami akselerasi sehingga prospeknya dinilai akan membaik ke depan.
“Kan saya kemarin-kemarin bilang serok, serok, serok saja. Kalau mereka ikut mestinya nanti ke depan akan untung banyak,” ujar Purbaya dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Selasa (5/5/2026) malam.
Purbaya menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen. Namun, ia menilai banyak pihak belum menyadari kondisi tersebut dan justru memilih keluar dari pasar modal.
“Jadi ekonomi kita sedang mengalami akselerasi, itu yang tidak disadari banyak orang, sehingga orang agak takut dan keluar dari pasar modal,” kata dia.
Selain itu, Purbaya mengisyaratkan pemerintah akan menyiapkan stimulus tambahan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026. Stimulus tersebut direncanakan mulai berjalan sekitar 1 Juni, seiring koordinasi dengan bank sentral untuk menjaga likuiditas.
“Kita akan memberikan stimulus tambahan ya ke perekonomian yang enggak lama lagi akan diumumkan. Ya mungkin 1 Juni akan mulai jalan,” ujar Purbaya.
Dalam kesempatan lain pada hari yang sama, Purbaya menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini jauh dari bayang-bayang krisis seperti 1998. Ia menyoroti narasi yang beredar di media sosial yang menurutnya tidak sejalan dengan data resmi yang menunjukkan ekonomi masih tumbuh solid.
Mengacu pada rilis Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia pada kuartal I 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). “Boro-boro resesi, malah naik, apalagi krisis. Banyak yang bilang kita mau rusak, ternyata salah prediksi,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Purbaya juga menyinggung maraknya narasi di media sosial, termasuk TikTok, yang menyamakan kondisi saat ini dengan krisis moneter 1997–1998. Menurut dia, perbandingan tersebut tidak berdasar karena mengabaikan indikator ekonomi terkini.
“Kita sekarang masih ekspansi, masih akselerasi. Jadi jangan asal bikin cerita, lihat data yang betul,” ujar Purbaya.