Nama Alicia Sutedja menjadi sorotan setelah kiprahnya di industri musik film dan televisi internasional kian menonjol. Musisi asal Indonesia ini meniti karier dari jalur festival film hingga dipercaya terlibat dalam produksi televisi arus utama Amerika Serikat.
Salah satu tonggak penting dalam perjalanan Alicia adalah keterlibatannya pada film dokumenter Living Undone, yang mengangkat isu sistem peradilan kriminal di Amerika Serikat. Film tersebut diputar di berbagai negara, termasuk Thailand, Prancis, dan Irlandia. Dalam proyek ini, Alicia menggarap komposisi musik yang berperan membangun ritme emosi cerita.
“Film ini seperti peta jalan bagi saya. Pengakuan dari banyak festival menunjukkan musik saya bisa dipahami di berbagai budaya,” kata Alicia.
Pengalaman di ranah film independen kemudian membawanya ke proyek yang lebih besar. Alicia disebut dipercaya menggarap musik untuk serial reality populer Amerika Serikat, Below Deck. Serial tersebut kini memasuki musim ke-13 dan mengambil lokasi syuting di Thailand. Bagi Alicia, keterlibatan pada produksi internasional yang berlokasi di Asia Tenggara terasa personal karena lebih dekat dengan akar kawasan tempat ia berasal.
Ia juga menilai ada perbedaan tuntutan antara dunia festival film dan industri televisi. Festival film, menurutnya, mengasah presisi, kedalaman emosi, dan sensitivitas terhadap cerita. Sementara produksi televisi menuntut konsistensi serta kemampuan bekerja dalam skala besar.
Sejumlah capaian turut mengiringi langkahnya. Living Undone disebut menjadi pemenang Indie Short Fest dan Atlanta Underground, serta meraih nominasi kategori Best Music di Prison City Film Festival, Texas. Proyek lain berjudul Trash Gun memperoleh Audience Award di Austin, Texas. Alicia juga pernah terlibat dalam kompetisi film cepat 48 jam, dengan tantangan menyelesaikan skor musik dalam waktu 48 jam.
Nominasi Best Music di Texas menjadi salah satu pencapaian yang paling ia syukuri. Ia menilai apresiasi tersebut menunjukkan juri melihat peran musik sebagai elemen penting dalam membangun narasi film, bukan sekadar pelengkap visual.
Selain dokumenter dan serial reality, portofolio Alicia mencakup beragam genre, mulai dari drama seperti Ten West dan A Brother’s Ballad, hingga film horor Dinner With The Joneses. Di tengah keterlibatannya dalam proyek-proyek global yang berlatar Asia Tenggara, Alicia menyatakan ingin menghadirkan nuansa autentik kawasan Asia melalui komposisinya agar penonton global dapat merasakan kedekatan budaya yang nyata.
Alicia juga menyampaikan optimisme bahwa peluang komposer Indonesia di kancah internasional semakin terbuka. “Ini menunjukkan karya kita bisa dinilai serius dan dipercaya untuk proyek berikutnya,” ujarnya.