Suasana hangat dan penuh semangat terasa di SLB Restu Permata Bunda Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah. Puluhan anak berkebutuhan khusus dari Aceh Tengah dan Bener Meriah berkumpul untuk mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (FLS3N-PDBK) tingkat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Pendidikan Khusus Layanan Khusus (MKKS PKLK) Wilayah V tahun 2026.
Ajang ini mempertandingkan 16 cabang lomba, mulai dari desain grafis, menggambar, mewarnai, pantomim, menari, hingga bercerita. Peserta dari jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB tampil di hadapan juri dan penonton, menunjukkan karya serta kemampuan mereka dalam bidang seni dan sastra.
Ketua MKKS PKLK Wilayah V, Eko Sutrimo, S.Pd., Gr, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seleksi menuju tingkat provinsi, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan motivasi sekaligus menyalurkan bakat peserta didik berkebutuhan khusus.
“Kami ingin anak-anak SLB punya ruang untuk berkreasi, sehingga ketika kembali ke keluarga dan masyarakat, mereka membawa keterampilan yang bermanfaat,” ujar Eko.
Dukungan juga disampaikan Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Bener Meriah, Subandi, S.Si., M.Si. Ia menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan inklusif, termasuk bagi sekolah luar biasa yang belum dapat bergabung karena keterbatasan.
“Masih ada sekolah SLB yang belum bisa bergabung karena keterbatasan. Pemerintah perlu hadir agar anak-anak ini mendapat kesempatan yang sama,” katanya.
Eko menambahkan, MKKS PKLK Wilayah V telah memasuki tahun ke-6 dalam menyemarakkan FLS3N-PDBK di tingkat wilayah. Menurutnya, setiap pelaksanaan selalu meninggalkan kesan bagi peserta, orang tua, dan guru karena panggung lomba menjadi ruang ekspresi diri sekaligus bukti bahwa anak-anak berkebutuhan khusus dapat berprestasi ketika memperoleh kesempatan.
Ia menilai FLS3N-PDBK tidak semata perlombaan, melainkan perayaan keberanian, kreativitas, dan harapan. Di balik antusiasme peserta dan dukungan para pendamping, kegiatan ini juga membawa pesan tentang pentingnya pendidikan inklusif agar setiap anak dapat tumbuh dan berkontribusi sesuai potensinya.