Rangkaian kegiatan Festival Sastra Sorong 2026 resmi dimulai pada Jumat (03/04/2026) di Belantara Cafe. Tahun ini, festival mengusung tema “Berakar, Bertaut, Bertumbuh, Berdampak” dan menempatkan praktik kreatif yang berpijak pada realitas lokal tanah Papua sebagai penekanan utama.
Festival ini menghadirkan ruang pertemuan bagi penulis, seniman, dan masyarakat umum. Selain menjadi ajang perayaan seni dan sastra, penyelenggaraan tahun ini juga membawa inovasi melalui program kelas publik tematik.
Dalam program tersebut, tersedia 10 kelas yang terbagi ke dalam tiga fokus utama, yakni riset penulisan, teater, dan film. Setiap kelas menghadirkan narasumber dari kalangan lokal maupun nasional untuk memperkaya perspektif peserta dalam memahami serta mengembangkan praktik kreatif.
Setiap sesi diskusi publik diikuti sekitar 30 peserta dari berbagai latar belakang. Kelas-kelas ini dijadwalkan berlangsung setiap akhir pekan sepanjang April hingga Mei 2026, dengan lokasi kegiatan tersebar di sejumlah titik di Kota Sorong.
Ketua Rumah Kata Sorong, Suhardi Aras, mengatakan festival dirancang sebagai ruang belajar yang aplikatif. “Festival ini bukan sekadar perayaan seni dan sastra, tetapi juga ruang belajar dan praktik yang nyata. Setiap kelas dirancang untuk memicu kreativitas peserta dan mendorong lahirnya karya yang berakar,” ujarnya.
Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, Festival Sastra Sorong disebut terus berupaya memperluas dampak. Kehadiran kelas publik dinilai menjadi langkah strategis untuk membuka peluang bagi peserta agar dapat berkembang secara berkelanjutan serta menghasilkan karya yang relevan dengan konteks lokal.
Melalui kelas riset penulisan, teater, dan film, peserta diharapkan mampu membangun jejaring kreatif yang kuat dan berkelanjutan di tanah Papua, khususnya di Kota Sorong.